Kapal Terbakar di Laut Jakarta

Petugas Evakuasi Jasad Penumpang yang Sudah Gosong dari Kapal Zahro Express yang Terbakar

Petugas dari Palang Merah Indonesia langsung memasukkan jenazah ke keranda mayat, dan membawanya ke mobil jenazah

Petugas Evakuasi Jasad Penumpang yang Sudah Gosong dari Kapal Zahro Express yang Terbakar
TRIBUNNEWS.COM/DENNIS DESTRYAWAN
Kapal Zahro Express tiba di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kapal yang kurang lebih mengangkut 200 penumpang itu, terlihat dalam kondisi gosong. TRIBUNNEWS.COM/DENNIS DESTRYAWAN 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapal Zahro Express tiba di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Kapal yang kurang lebih mengangkut 200 penumpang itu, terlihat dalam kondisi gosong.

Petugas gabungan dari Basarnas, Kepolisian, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, dan Pemadam Kebakaran tengah melakukan penyisiran kapal.

Pantauan Tribunnews.com, petugas tengah membongkar puing kapal.

Dalam penelusuran, mereka menemukan sekitar dua jenazah dalam kondisi gosong.

Kapal penumpang KM Zahro Express terbakar
Kapal penumpang KM Zahro Express terbakar saat dalam perjalanan menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Minggu (1/1/2017) pukul 09.24 WIB. TRIBUNNEWS.COM/YURIKE BUDIMAN

Petugas dari Palang Merah Indonesia langsung memasukkan jenazah ke keranda mayat, dan membawanya ke mobil jenazah.

Saat penyisiran, sesekali api menyala karena angin yang berhembus kencang di lokasi evakuasi.

Kepala Unit Pelayanan Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan Dishubtrans DKI Jakarta, Syamsuddin mengatakan data sementara diketahui 3 orang meninggal dan 5 orang mengalami luka dibawa ke rumah sakit.

"Sedangkan yang sudah berhasil dievakuasi 103 orang, belum ada data keseluruhan karena masih dilakukan pencarian korban," ujar Syamsuddin, Minggu (1/1/2017).

Diketahui, KM Zahro Express berkapasitas 253 orang penumpang.

Menurutnya pengawasan kapal jenis ojek ini memang menjadi kewenangan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sunda Kelapa.

"Sehingga pengawasan kapal ini bukan berada di kita, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat," katanya.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved