Perampokan Sadis di Jakarta Timur

Istri Pertama Dodi Triono Pernah Terjerat Hukum. Ini Kasusnya

Istri pertama Dodi yang telah berstatus janda, Sri Dewi, ternyata pernah berurusan dengan Bareskrim Polri pada 2013 lalu.

Istri Pertama Dodi Triono Pernah Terjerat Hukum. Ini Kasusnya
warta kota/Nurfitri Aprilia
Keluarga dan kerabat Dodi Triono menyampaikan doa-doa di pusaran usai prosesi pemakaman Rabu (28/12) siang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi berhasil menangkap empat pelaku pelaku perampokan dan pembunuhan di rumah Dodi Triono (59) di Jalan Pulomas, Jakarta Timur, setelah pelaku keempat, Ius Pane, dibekuk di Medan.

Namun, cerita di seputar Dodi ternyata belum selesai.

Istri pertama Dodi yang telah berstatus janda, Sri Dewi, ternyata pernah berurusan dengan Bareskrim Polri pada 2013 lalu.

Sri adalah mantan napi dalam kasus pembobolan dana Bank Syariah Mandiri (BSM) Bogor.

"Memang benar (Sri mantan Dodi). Saat itu kami sita sejumlah barang bukti dari Sri seperti mobil Mercy (Mercedes Benz) warna hitam, (Honda) Jazz warna putih, tanah di Pandeglang, dan kami blokir beberapa rekening di bank," kata Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya, seperti dilansir kabarpolisi.com, Minggu (1/1).

Sri yang merupakan notaris yang ditunjuk pada Bank Syariah Mandiri KCP di Bogor diketahui berkolusi dengan tiga pelaku lain, yaitu Iyan Permana, Hen Hen Gunawan, dan Dr Rizky (debitur), untuk melakukan pengikatan kredit fiktif pada bank.

"Saat itu pihak bank membantu dan terlibat di kredit fiktif tersebut adalah Hareuli (KCP) dan account officer bank bernama John Lopulisa. Sri tidak pernah melakukan pengecekan legalitas tanah yang menjadi jaminan bank (sertifikat fiktif), " lanjut Agung.

Belakangan diketahui, selain menerima pembayaran dari bank sebagai jasa notaris, dia juga mendapat 10 persen dari nilai kredit yang diterima debitur tersebut.

Dulu hasil tracking rekening, ditemukan sekitar Rp 13 miliar dana didapat dari debitur fiktif ini.

"Jumlah debitur fiktif saat itu sekitar 150 orang, tapi dikelola oleh tiga debitur tadi itu dengan total Rp 135 miliar. Saat itu dalam proses sidik, dia ditahan di Bareskrim selama 120 hari," katanya.

Namun, setelah berkasnya lengkap dan diserahkan ke Kejari Bogor Kota, kejaksaan hanya melakukan penahanan kota untuk Sri.

Sri juga mendapat vonis ringan, 6 bulan penjara.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help