Minta Anggaran Rp 16 Miliar, KPU Kaget Cuma Dapat Segini untuk Pilwako Tanjungpinang

Awalnya kita ajukan Rp 19 miliar. Terus, karena katanya anggaran defisit, kita kecilkan hingga Rp 16 miliar. Itu pun kita pakai satuan harga 2016

Minta Anggaran Rp 16 Miliar, KPU Kaget Cuma Dapat Segini untuk Pilwako Tanjungpinang
ist
ilustrasi pilkada calon kepala daerah 

Laporan Mhd Munirul Ikhwan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang kaget mendapatkan alokasi Rp 5 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang 2017.

Pasalnya, KPU mengajukan dana 16 miliar untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018 untuk Pilwako Tanjungpinang.

Devisi Perencanaan, Perogram Data, KPU Tanjungpinang, Zulkifli Riawan mengatakan, anggaran tersebut tentu jauh dari cukup untuk membiayai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjungpinang 2018 mendatang.

Oleh karena itu, dia meminta solusi dari Pemko Tanjungpinang.

"Awalnya kita ajukan Rp 19 miliar. Terus, karena katanya anggaran defisit, kita kecilkan hingga Rp 16 miliar. Itu pun satuannya kita pakai satuan harga 2016," katanya, Senin (2/1).

Menurutnya, angka tersebut sudah dikonsultasikan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan semuanya bersifat wajib sehingga tidak bisa diperkecil lagi.

"Sebenarnya kita minta satu tahap, dianggarkan di APBD 2017. Tapi kita cuma dianggarkan Rp 5 miliar di APBD murni 2017. Kita tidak tahu dari mana muncul angka itu. Mereka, TPAD tak ada koordinasi pada kita," katanya.

Menurut Zulkifli, dana Rp 16 miliar yang diajukan digunakan untuk membiayai Pilkada Tanjungpinang 2018 dari awal hingga akhir.

Termasuk untuk memberikan honor petugas ad hoc seperti , PPK, PPS dan KPPS. Kemudian logistik dan sosialisasi.

KPU berharap Pemko Tanjungpinang memasukkan kekurangannya dalam APBD Perubahan 2017 nanti.

"Setelah kita tanyakan, katanya Rp 4 miliar lagi akan dianggarkan di APBD Perubahan 2017. Artinya anggaran untuk 2017 ini hanya Rp 9 miliar. Kemudian sianya di APBD 2018," katanya.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help