Tangkap Puluhan Terapis Pijat dan PSK Asal Tiongkok, Imigrasi Bantah hanya Incar Mereka

Yurod Saleh menjelaskan, bahwa pihak imigrasi bekerja berdasarkan data-data WNA ilegal yang telah masuk lewat laporan maupun data intelijen awal

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membantah hanya mengincar warga negara asing (WNA) Tiongkok ilegal.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pencegahan dan Penindakan Imigrasi Kemenkumham, Yurod Saleh di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (1/1/2017).

Yurod Saleh menjelaskan, bahwa pihak imigrasi bekerja berdasarkan data-data WNA ilegal yang telah masuk lewat laporan maupun data intelijen awal, dan belum bisa dipastikan kewarganegaraannya sebelum penangkapan.

Baca: 76 Wanita Warga Negara China Terjaring Razia. Ada yang Profesinya PSK Bertarif Rp 5 Juta

"Jadi kita tidak semata-mata mencari orang Tionghoa atau Tiongkok. Tapi ini adalah atas dasar informasi dari intel atau masyarakat," kata Yurod Saleh.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak Imigrasi Kemenkumham telah mengamankan 125 WNA ilegal dalam dua malam berturut-turut sebelum tahun baru 2017.

Mayoritas WNA ilegal tersebut diketahui berkewarganegaraan Tiongkok.

Mereka diketahui bekerja sebagai pemandu lagu, terapis pijat, dan pekerja seks komersial (PSK).

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved