Meski Sering Kapal Tenggelam, Siswa SD Tetap tak Mau Pakai Life Jacket. Alasannya Takut Baju Kotor

Meski sudah sering terjadi kecelakaan kapal yang mengakibatkan nyawa penumpang melayang, tetap saja life jacket tidak digunakan penumpang.

Meski Sering Kapal Tenggelam, Siswa SD Tetap tak Mau Pakai Life Jacket. Alasannya Takut Baju Kotor
tribunnews batam/ian sitanggang
Anak-anak sekolah sedang turun dari atas pancung yang mereka tumpangi ke Pulau Buluh, Batam, Selasa (3/1/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Meski sudah sering terjadi kecelakaan kapal yang mengakibatkan nyawa penumpang melayang, tetap saja life jacket tidak digunakan penumpang.

Bahkan, anak-anak sekolah yang setiap hari menumpang pompong dan pancung (kapal kayu bermesin) untuk pergi ke sekolah, juga tidak mengenakan life jacket selama di atas pancung.

Hal itu mudah dilihat di Pelabuhan Rakyat di Sagulung, Batam.

Pantauan Tribun Batam, Selasa (3/1/2017), anak-anak sekolah yang menyeberang menggunakan pancung dari Sagulung ke Pulau Buluh, tidak memakai life jacket.

"Kami sudah terbiasa tidak mengenakan life jacket, lagian kalaupun ada ukurannya besar, takut juga baju sekolah kami kotor,"kata Saiful, siswa SD Negeri 001 Pulau Buluh, yang sedang menyeberang.

Saiful yang masih duduk di kelas V tersebut juga menuturkan mereka tidak takut menyeberang tanpa menggunakan life jacket.

"Inikan dekat juga Om. Sebentar saja naik pompong sudah sampai,"terangnya.

Di tempat yang sama, Mira, pelajar lainnya, menuturkan tidak takut menyeberang dari Pelabuhan Rakyat Sagulung ke Pulau Buluh tanpa menggunakan life jacket,

"Selama ini kami tidak pernah menggunkan life jacket, lagian dekat kok Om,"katanya.

Dia juga menuturkan, di dalam pompong yang mereka tumpangi life jacketnya hanya dua, jadi tidak cukut.

"Naik pompongnya kan cuman sebentar percuma juga menggunakan life jacket, nanti malah baju seragam kami basah,"katanya.

Di tempat yang sama, pemilik pompong yang membawa anak-anak sekolah ke Pulau Buluh mengatakan selama ini tidak pernah ada kejadian pompong tenggelam di daerah tersebut.

"Ini kan hanya menyeberang saja, lagian disini juga tidak ada ombak, karena dikelilingi pulau-pulau, jaraknya juga sangat dekat, cuma lima menit saja menyeberangnya,"kata pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Dia mengaku, di pompong yang dibawanya ada dua buah life jacket.

"Ada life jacket kita sediakan tapi jumlahnya sangat terbatas, nanti siapalah yang mau pakai,"katanya.(*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help