DPRD Anambas: Tiap Tahun Krisis Pangan kok Dibiarkan Terus-menerus

Masa iya dibiarkan begini terus-menerus. Paling tidak Pemerintah Daerah membuat strategi jangka panjang agar hal ini tidak terus-menerus terulang.

DPRD Anambas: Tiap Tahun Krisis Pangan kok Dibiarkan Terus-menerus
TribunBatam/Argianto DA Nugroho
Pedagang sayuran dan sembako. Foto ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Barang kebutuhan pokok kerap langka pada waktu tertentu, seperti menjelang akhir tahun dan musim angin utara.

Hal ini ditanggapi DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Yulius anggota Komisi II DPRD Anambas meminta Pemerintah Daerah untuk menyusun strategi agar kelangkaan sejumlah barang kebutuhan pokok tidak lagi terjadi, yang pada akhirnya berimbas pada naiknya harga barang tersebut.

"Ini kan hampir setiap tahun terjadi. Masa iya dibiarkan begini terus-menerus. Paling tidak Pemerintah Daerah membuat strategi jangka panjang agar hal ini tidak terus-menerus terulang. Intinya stop kelangkaan barang kebutuhan pokok," ujar politisi Partai Gerindra ini, Selasa (3/1/2017).

Salah satu solusi untuk mencegah kelangkaan barang kebutuhan pokok adalah dengan membangun gudang untuk menstok sekaligus tempat penyimpanan barang kebutuhan pokok.

Baca: Penyakit Menahun Anambas, Bahan Pokok Sulit Dicari. Halooo, Dewan Ketahanan Pangan

Ketersediaan barang kebutuhan pokok ini perlu menjadi perhatian, dikarenakan berkenaan dengan masyarakat banyak.

"Salahsatu solusinya itu, jangan sampai terbengkalai seperti yang kemarin itu. Persoalan barang kebutuhan pokok ini harus mendapat perhatian serius. Kalau di ibukota Tarempa saja sudah putus dan mahal, apalagi di pulau-pulau," tegasnya.

Tidak dipugkiri, rentang kendali serta letak geografis yang terpaut jauh dari sejumlah kabupaten/kota lainnya kerap menjadi hal klasik hilangnya barang kebutuhan pokok ini.

Cuaca laut yang tidak mendukung untuk transportasi laut seperti sekarang ini pun, menjadi hal lain yang biasa terjadi hampir setiap tahunnya.

"Ini yang saya katakan tadi perlu mendapat perhatian. Fenomenanya kan hampir setiap tahun seperti ini. Artinya, perlu ada evaluasi kedepannya. Sehingga ketersediaan barang terjamin, harga barang pun stabil," ungkapnya.

Seperti diketahui, sejumlah barang kebutuhan pokok mulai dari telur ayam hingga cabai serta bawang sempat menghilang dari pasar.

Hal ini pun tak pelak dikeluhkan oleh warga Anambas.

Saat ini, sejumlah daerah di Kepri mulai memberdayakan masyarakat lokal untuk menanam sembako untuk mengurangi ketergantungan akan sembako dari luar.

Beberapa daerah yang mulai melakukan itu adalah Bintan, Lingga, Tanjungpinang, termasuk Batam.

Bank Indonesia juga membuat program pemberdayaan petani lokal di Kepri.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help