Dua Tersangka Pengimpor Amunium Nitrat Dipindahkan ke Batam. Ini Pengakuan Mereka

Keduanya dipindahkan dalam rangka penyerahan tersangka dan barang bukti untuk diproses ke Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun.

Dua Tersangka Pengimpor Amunium Nitrat Dipindahkan ke Batam. Ini Pengakuan Mereka
Tribun Batam/Anne Maria
Suasana penyerahan dua tersangka penyalahgunaan amunium nitrat dari Mabes Polri ke Polresta Barelang, Rabu (4/1/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dua tersangka penyalahgunaan amunium nitrat dikirim ke Polresta Barelang.

Keduanya dipindahkan dalam rangka penyerahan tersangka dan barang bukti untuk diproses ke Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun.

Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri, AKBP Binson Simorangkir yang mengawal penyerahan tersangka tersebut menjelaskan bahwa keduanya tertangkap pada bulan Agustus lalu di Tanjungpinang dan Sulawesi Tenggara.

"Mereka menyalahhgunakan amunium nitrat, dijerat dengan tindak pidana UU darurat. Dua orang tersangka, masing-masing berinisial Ys dan Ts. Mereka dipindahkan ke sini karena saksi-saksi dan barang buktinya ada di wilayah Karimun," ucapnya.

Kedua melanggar aturan karena telah memasukan amunium nitrat dari luar negeri ke wilayah Indonesia tanpa izin.

Baca: 2050 Karung Bahan Berbahaya Amunium Nitrat dan Kapal Tanker Bermuatan Aspal Diamankan DJBC Kepri

Amunium nitrat ini, selain dikenal sebagai bahan pembuat pupuk, juga bisa menjadi bahan baku membuat bahan peledak.

Pemilik kapal bernama Ys mengatakan, dirinya tidak mengetahui ada larangan untuk membawa barang-barang tersebut ke Indonesia.

Barang yang dibawa dari Malaysia tersebut diangkut menggunakan kapal miliknya ke Sulawesi Tenggara.

"Saya tahu isinya, tapi kurang paham juga kalau itu dilarang. Saya nggak tahu berapa banyaknya, nahkoda yang tahu. Barangnya dari Malaysia mau dibawa ke Sulawesi," ucap Ys.

Kapal ini ditangkap oleh petugas Bea dan Cukai yang berpatroli dan memeriksa kelengkapan dokumen kapal dan barang muatan di wilayah perairan Karimun, beberapa waktu lalu..

"Bea cukai yang tangkap. Saya nggak tahu itu dilarang, yang penting kita bawa untuk pupuk tanaman. Ada surat-suratnya kok, lengkap. Sudah ditunjukan nahkoda katanya ke bea cukai. Tapi entah kenapa BC bilang tidak ada," ucap Ys lagi.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help