Pengesahan APBD Batam Juga Terlambat. Bakal Dapat Sanksi Lagi Seperti Tahun Lalu?

Suratnya sudah dikirim kemarin. Kami menanyakan langkah apa yang harus diambil karena keterlambatan pengesahan ini

Pengesahan APBD Batam Juga Terlambat. Bakal Dapat Sanksi Lagi Seperti Tahun Lalu?
www.batam.go.id
Wan Darussalam 

Laporan Tribun Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Tak hanya Pemerintah Provinsi Kepri yang mengalami keterlambatan pengesahan APBD 2017, di Pemko Batam pun begitu.

Hingga Rabu (4/1/2017) ini, APBD Kota Batam belum juga disahkan.

Hal tersebut membuat Pemko Batam berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mencari solusi yang harus dilakukan.

"Suratnya sudah dikirim kemarin. Kami menanyakan langkah apa yang harus diambil karena keterlambatan pengesahan ini," kata Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian, Pengembangan Pembangunan Daerah Kota Batam, Wan Darussalam, Rabu (4/1/2017) sore kepada Tribun Batam.

Keterlambatan pengesahan APBD memang berdampak pada tidak cairnya Dana Insentif Daerah (DID) Kota Batam tahun depan.

Padahal, dana itu bisa digunakan sebagai tambahan biaya untuk kegiatan fisik atau lainnya.

Tidak cairnya DID ini menjadi konsekuensi logis, berkaca dari molornya pengesahan APBD Kota Batam 2016 lalu, yang berakibat 2017 ini Pemko Batam tidak mendapat DID sebesar Rp 40 miliar.

"Karena pengesahan APBD 2016 molor dan itu hampir merata di seluruh Kepri, tahun ini kita tidak dapat DID," ujarnya.

Namun dampak paling kruasial dari keterlambatan itu akan dirasakan sejumlah tenaga honorer yang ada di lingkungan Pemko Batam.

Pembayaran gajinya terganggu atau terancam tidak gajian.

"Kalau yang lain tidak terlalu masalahlah. Cuma gaji-gaji tenaga honorer terganggu," kata Wan.

Baik Pemko Batam maupun DPRD Kota Batam saat ini masih berupaya agar pengesahan APBD Kota Batam 2017 bisa segera dilakukan.

"Tadi (Rabu) Pak Sekda sudah rapat dengan DPRD. Kita sepakat Januari ini APBD disahkan," kata Wan Darussalam lagi.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help