Pertahankan Tradisi Leluhur, Pengukuhan Pengurus IKBN Periode 2017-2020

Kerukunan keluarga Flores perantauan di Karimun mengukuhkan kepengurusan IKBN. Ini latar belakang pendirian

Pertahankan Tradisi Leluhur, Pengukuhan Pengurus IKBN Periode 2017-2020
tribunbatam/elhadif putra
Pengurus IKBN di Karimun berfoto bersama 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Melihat sudah mulai hilangnya tradisi leluhur di generasi muda saat ini, sekelompok warga Karimun yang merupakan perantau asal Pulau Flores, Provinsi Nusa Tetangga Timur membentuk sebuah wadah yang bertujuan untuk mempertahankannya.

Organisasi yang diberi nama Ikatan Keluarga Bunga Nukak (IKBN) lahir berdasarkan unsur iman dan tradisi. Saat ini IKBN beranggotakan 23 kepala keluarga atau sebanyak 99 jiwa yang keseluruhannya berdomisili di Tanjungbalai Karimun.

"Di dalam IKBN ada warga perantauan asal Maumere. Bunga nukak asalnya dari kata flores yang artinya bunga dan nukak artinya setangkai. Jadinya kami adalah anak perantauan yang jauh dari tanah kelahiran dan keluarga tapi bersatu di sini," jelas Ketua IKBN, Sebastianus Sidia, usai acara pengukuhan

Pada acara yang digelar di Paya Rengas, Kecamatan Meral tersebut para pengurus IKBN periode 2017-2020 dikukuhkan dengan pemberkatan secara agama, prosesi adat isitiadat dan secara organisasi.

"Terbentuknya 7 November 2016 kemarin berdasarkan hasil musyawarah. Pengukuhan dilakukan Pastor RD Lambertus Pincerius dan orang tua kami yang juga penasehat IKBN bapak Ambrosius Bata," jelas Sebastian.

Pria yang sehari-hari bekerja di sekolah Santo Yoseph itu menjelaskan, selain untuk mempertahankan tradisi, tujuan dibentuknya IKBN yang lain adalah untuk membuat suatu pegangan dan pedoman mengenai peraturan yang nantinya berguna sebagai pengayom para anggota.

"Ada program yang nantinya akan dijalankan diantaranya kerohanian, sakit dan duka dan program lain. Selain itu kita juga buat program penanaman seni budaya kepada generasi muda," tambahnya.

Usai acara pengukuhan anggota IKBN menampilkan seni asli Maumere, Musik Kampung, yang hampir seluruh alat musiknya dibuat sendiri. Selain itu anak-anak juga menampilkan beberapa tarian daerah yang diantaranya tarian perang Awiyalu. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help