Setelah Cabuli Korban di Kebun, Pria Ini Bawa Korbannya ke Puskesmas. Ini Alasannya!

Usai cabuli, pelaku bawa korbannya ke Puskesmas. Ini alasan pelaku ke petugas Puskesmas!

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Berkas perkara dugaan pencabulan yang menimpa Bunga (11) di wilayah hukum Kecamatan Gunung Kijang pada Minggu (1/1/2017) kemarin seyogyanya sudah siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang. Namun, rupanya masih terkendala tiga bukti. Tiga bukti itu harus membuktikan bahwa korban benar masih di bawah umur. Serumit itukah?

"Oh iya. Berdasarkan koordinasi kami dengan Kejari di Tanjungpinang, mereka (jaksa) meminta agar berkas perkara disertai dengan tiga bukti identitas korban. Tiga itu kartu keluarga, Akte maupun Raport sekolah,"kata Kapolsek Gunung Kijang AKP Hendriyal, Rabu (4/1/2017).

Hal itu kata dia yang pihaknya usahakan dengan penuh kerja keras.

Masalah bukti ini jadi pelik, pasalnya keluarga korban tak memiliki KK atauapun akte. Terpaksalah dicari catatan pihak sekolah ditambah catatan gereja setampat dimana sang anak pernah dibabptis. Meski rumit, Kapolsek menegaskan, pihaknya upayakan hal itu tetap harus didapatkan agar kasus kekerasan itu tidak berhenti begitu saja.

Penegakan hukum terhadap predator anak harus ditutaskan untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan sama ke depannya.

Kasus kekerasan seksual yang dilakukan Hendrikus(39) ini terjadi selasa di salah satu kebun di Toapata. Bunga (bukan nama sebenarnya), sebelum dicabuli diajak mencari kayu bakar. Saat itu korban digauli pria bejat tersebut hingga korban mengalami pendarahan. Saat itu, pelaku kata dia, sempat membawa korban ke puskesmas sembari beralasan pendarahan korban akibat terjatuh dan kemaluannya terkena kayu.

Namun dari hasil pemeriksaan medis, pendarahan pada kemaluan korban bukan terkena kayu seperti cerita dari pelaku, melainkan terkena benda tumpul yang diduga kemaluan milik pelaku. Saat itu pihak puskesmas kata Hendriyal langsung melaporkan kejanggalan itu kepada pihak KPPAD Kepri. "Setelah itu pihak KPPAD Kepri atas nama Titi Sulastri membuat laporan kepada kita. Dan langsung kita tangani," tukasnya.

Pelaku yang masih ditahan di Mapolsek Gunung Kijang. Dia dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara. (*).

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved