Operasi Tangkap Tangan KPK

Ada Banyak Jalur untuk Beli "Kursi Jabatan" dengan Bupati Klaten Ini

Selain datang ke Bupati Klaten melalui ajudannya, ada jalur lain yang mengantarkan pada pencari jabatan

Ada Banyak Jalur untuk Beli
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bupati Klaten Sri Hartini keluar dari gedung KPK memakai rompi tahanan usai diperiksa, Sabtu (31/12/2016). Sri Hartini ditahan KPK diduga terlibat kasus suap pengaturan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Selain datang ke Bupati Klaten melalui ajudannya, ada jalur lain yang mengantarkan pada pencari jabatan untuk membeli 'kursi' kepemimpinan sebuah instansi bisa melalui Sukarno alias Mbekur.

Orang dekat dan pengawal pribadi Sri Hartini ini mengatakan sebelum mutasi jabatan yang seharusnya dilakukan pada 30 Desember 2016 lalu, sudah ada enam orang yang minta kepadanya untuk diantar menghadap sang Bupati.

Namun ia tidak mau menyebutkan siapa saja mereka.

“Ada lah, enam orang. Kalau siapa saja, sudah saya serahkan (datanya) kepada penyidik,” ujarnya ditemui usai menjalani pemeriksaan KPK, Selasa (3/1/2017) lalu.

Bahkan “permintaan tolong” oknum PNS itu sudah terjadi sejak cukup lama atau sebelum isu mutasi jabatan bergulir.

Meski demikan, ia tidak menyebutkan berapa nominal yang harus disetorkan kepada Bupati.

Menurutnya permintaan jabatan dengan menyetorkan upeti itu merupakan inisiatif dari oknum PNS dan bukanlah permintaan sang Bupati.

Melalui Mbekur, nama PNS tersebut kemudian disodorkan kepada Bupati.

“Ibu tidak pernah minta tolong (mengumpulkan dana dari PNS yang menginginkan jabatan) kepada saya.

Kalau ada yang minta tolong, saya langsung matur Ibu. Kalau iya iya, kalau tidak ya tidak,” katanya.

Orang yang dekat sejak sebelum Sri Hartini menjabat sebagai Bupati Klaten periode 2016-2021 itu juga menyebutkan bukan hanya dirinya dan Nina yang menjadi pintu sowan.

Meski tidak menyebutkan siapa, namun ia mengklaim ada oknum pejabat yang juga “membuka jasa” pembelia jabatan yang bermuara ke Bupati, termasuk jalur yang digunakan Suramlan.

“Dia (Suramlan) bukan lewat saya. Dia lewat orang lain,” ujarnya.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved