Ide Bisnis

KISAH SUKSES Mumu Cuik: Dari Pendapatan Rp 4.000 Kini Jadi Rp 20 Juta Sehari Berkat Bandeng Presto

Aroma bumbu rempah cukup menyengat menyeruak seisi dapur berukuran sekitar 150 meter persegi yang memproduksi pindang ikan laut dan bandeng presto.

KISAH SUKSES Mumu Cuik: Dari Pendapatan Rp 4.000 Kini Jadi Rp 20 Juta Sehari Berkat Bandeng Presto
Kontan/ Dadan M. Ramdan
Muhtadin, juragan ikan presto dari Depok 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bunyi desis panjang khas panci presto terdengar sayup-sayup dari sebuah bangunan sederhana.

Aroma bumbu rempah cukup menyengat menyeruak seisi dapur berukuran sekitar 150 meter persegi yang memproduksi pindang ikan laut dan bandeng presto.

Di sudut lain, tiga orang pekerja mengepak pindang tongkol pada keranjang kecil dari bambu. Pekerja lainnya sibuk mencuci bahan baku ikan yang mereka pilah sesuai ukuran dan menempatkan di keranjang−keranjang plastik, sebelum proses perebusan.

Begitulah sekelumit aktivitas rutin di dapur produksi milik Muhtadin, yang berlokasi di Kampung Cipayung RT 05 RW 02, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, yang dikunjungi Kontan, Sabtu (24/12/2016) lalu.

Muhtadin pria asal Tasikmalaya yang akrab disapa Mumu Cuik ini dikenal warga sekitar sebagai pengusaha ikan laut yang merintis usaha dari nol.

Pada awalnya Mumu hanya pedagang ikan cuik yang mangkal di emperan pasar dan stasiun kereta pada akhir 1983, kali pertama dia menginjakkan kakinya di kota belimbing itu.

Mumu terpaksa meninggalkan kampung halaman yang luluh lantak diamuk letusan Gunung Galunggung pada 1982.

Bencana gunung meletus membuat ekonomi keluarganya lumpuh. Lahan pertanian tak bisa ditanam, apalagi orangtua Mumu hanya petani kecil. Usaha sang paman yang banyak membantu keluarga juga terkapar.

"Paman saya bandar domba. Usahanya bangkrut saat gunung meletus," katanya.

Tak ada pilihan selain merantau ke kota dengan harapan dapat mengubah nasib. Padahal, kala itu, usia Mumu masih sangat belia, baru 13 tahun dan baru saja tamat sekolah dasar.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help