Mengira Pajak Kendaraan Bermotor Naik, Warga Mendadak Banjiri Samsat Karimun. Ini Kesaksian Mereka!

Warga Karimun membanjiri Samsat membayar pajak kendaraan bermotor. Warga mengira pajak kendaraan bermotor naik mulai hari ini

Mengira Pajak Kendaraan Bermotor Naik, Warga Mendadak Banjiri Samsat Karimun. Ini Kesaksian Mereka!
tribunbatam/elhadif putra
Suasana warga membanjiri kantor Samsat Karimun, Jumat (6/1/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Banyak warga Karimun yang ingin membayar pajak kendaraan salah sangka atas kenaikan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pertangal 6 Januari 2016 ini.

Beberapa warga Karimun yang dijumpai di kantor Samsat Karimun, di kawasan Bukit Senang menyangka kenaikan terjadi pada tarif pajak tahunan kendaraan bermotor.

"Saya kira yang naik pajak kendaraan dan dendanya. Setelah saya tanya tadi ternyata bukan. Yang naik biaya penerbitan STNKnya," kata Dedi, seorang warga Tebing, Jumat (6/1/2017) siang.

Seorang warga Karimun lain, Indah yang diwawancara juga menyatakan hal yang sama. Wanita warga Meral tersebut mengaku mendapat informasi jika yang naik adalah pajak kendaraan.

"Saya maunya kemarin bayar karena kata saudara saya pajak mulai naik hari ini. Tapi karena ada perlu yang lain tak jadi kemarin. Saya kira tadi sudah terlambat, tapi ternyata pajak motor saya gak naik. Masih segitu juga," ujarnya yang dijumpai usai bayar pajak.

Dari pantauan tribun pada Jumat siang, warga terlihat memadati ruang tunggu kantor Samsat Karimun. Kebanyakan dari mereka bertujuan untuk membayar pajak tahunan kendaraan bermotor mereka.

Seorang pegawai Samsat yang dijumpai mengatakan, jumlah wajib pajak yang datang memang terhitung ramai usai pengumuman. Pegawai pria itu menyebutkan hari Kamis (5/1/2017) kemarin adalah puncak masyarakat mendatangi kantor Samsat.

"Alhamdulillah hari ini ramai. Tapi yang paling ramai kemarin (Kamis_red). Warga menyangka yang naik pajak. Tapi kita jelaskan yang naik bukan pajak tapi BNBP," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan perubahan PP 50 tahun 2010 ke PP tahun 60 tentang tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maka biaya penerbitan baru dan perpanjangan administrasi kendaraan bermotor naik.

Tarif baru akan diberlakukan pada penerbitan dan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pengesahan STNK, Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), Mutasi keluar daerah, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), TNKB LBN, Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) pilihan. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved