Silakan Dicatat! Arab Saudi Potong Produksi, Harga Minyak Naik ke Level 53,76 Dollar AS

Pengaruh Arab Saudi terhadap harga minyak dunia tak ada lawannya. Begitu negara kaya minyak ini memangkas produksinya, harga terkerek naik

Silakan Dicatat! Arab Saudi Potong Produksi, Harga Minyak Naik ke Level 53,76 Dollar AS
shutterstock/kompas.com
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK-Harga minyak pada perdagangan Kamis ditutup menguat, didorong kabar bahwa Arab Saudi telah memotong produksi mereka yang merupakan kesepakatan OPEC.

Kenaikan harga minyak ini mengompensasi penurunan sebelumnya karena data kenaikan pasokan minyak mentah dan sulingan Amerika Serikat.

Harga acuan West Texas Intermediate naik 50 sen (0,9 persen) menetap di level 53,76 dollar AS per barel. Sedangkan harga acuan Brent naik 44 sen menetap di level 56,90 dollar AS per barel.

Mengutip CNBC.com, Jumat (6/1/2017) pada bulan Januari ini Arab Saudi memotong sekurangan-kurangnya 486.000 barel per hari (bph) produksi minyak mereka menjadi 10,06 juta bph.

Harga minyak telah naik 23 persen sejak pertengahan November dan para spekulan telah membuat reli panjang perdagangan berjangka akhir-akhir pekan ini mengantisipasi pemotongan pasokan oleh OPEC.

"Akan ada sedikit koreksi di pasar dalam waktu dekat," kata konsultan di Frost & Sullivan Carl Larry.

Akan tetapi analis lain dari ION Energy Group Kyle Copper memperkirakan reli harga akan terus terjadi.

"Masalahnya adalah Anda harus melihat perbedaan data sampai akhir Januari," kata dia.

Tetapi, perlahan OPEC telah merealisasikan komitmennya.

Tercatat pada Desember produksinya sudah turun menjadi 34,18 juta bph dari sebelumnya pada bulan November 34,38 juta bph.

OPEC masih harus menurunkan 1,68 untuk mencapai target 32,5 juga bph.

Dikutip dari oilprice.com, penurunan produksi terbesar dilakukan oleh Nigeria.

Sementara itu, penurunan produksi Arab Saudi disebut-sebut lebih dikarenakan target ekspor minyak yang menurun di akhir tahun.

Adapun Libya justru terlihat meningkatkan produksinya sebagaimana Iraq. Iran juga memompa 300.000 bph lebih banyak. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved