Pusing Naiknya Harga Cabe di Batam, Ini Solusi Jangka Panjang dari Rudi

Saat ini pihaknya sedang mencari beberapa pulau yang potensial untuk dikembangkan sebagai areal perkebunan dan pertanian.

Pusing Naiknya Harga Cabe di Batam, Ini Solusi Jangka Panjang dari Rudi
Istimewa
Ilustrasi cabai 

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Tingginya harga jual komoditas cabe di awal tahun ini juga mengusik Wali Kota Batam, Rudi.

Menurut dia, untuk menekan harga cabai memang sulit bagi Pemerintah Kota Batam.

Hal ini karena cabe tidak bisa digantikan oleh komoditas lain dan pasokannya juga tergantung pada daerah penghasil cabe.

Masalahnya, kondisi hujan yang terjadi akhir-akhir ini membuat petani gagal panen.

Rudi mengatakan, ke depan, ketergantungan ini harus dikurangi.

Saat ini pihaknya sedang mencari beberapa pulau yang potensial untuk dikembangkan sebagai areal perkebunan dan pertanian.

Di pulau itu, petani-petani Batam akan diberdayakan.

"Kalau kami sewa lahan, mau berapa lagi harga cabe dijual? Makanya sekarang kami sedang mencari pulau yang bisa untuk pengembangan perkebunan. Tapi memang tidak bisa langsung, butuh waktu. Kami ingin sekali kerja tapi hasilnya betul-betul bagus," ujar dia.

Jika di zamannya pengembangan areal perkebunan itu tidak selesai, menurut Rudi, bisa diteruskan oleh Wali Kota Batam berikutnya.

Disinggung kerjasama antara Pemko Batam dengan Pemerintah Jambi dalam hal distribusi sejumlah komoditas, Rudi mengatakan, kerjasama itu belum berjalan.

"Baru MoU saja, belum jalan. Kita juga butuh pusat. Pusat siapkan Roro, tol laut. Nanti dari Jambi ke Lingga, dia singgah ke sini (Batam)," kata Rudi.

Terkait pengembangan perkebunan dan pertanian di pulau, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (KP2K) Suhartini mengatakan, pihaknya sudah mengagendakan kajian, pulau mana saja yang layak dijadikan lahan pertanian tahun ini.

Beberapa pulau yang akan dikaji itu seperti, Pulau Air Raja, Subang Mas, Pulau Lumba dan Pulau Kimun.

"Kita baru persiapkan 2017. Mudah-mudahan awal Februari atau Maret (2017) sudah mulai buat DED. Termasuk penganggarannya dari mana saja, apakah kota, provinsi atau melalui APBN," kata Suhartini, beberapa waktu lalu.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved