Anggaran Disdik Terjun Bebas, DPRD Nilai Walikota Batam Tak Peduli Pendidikan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari heran, belanja langsung kegiatan pendidikan di Disdik terjun bebas dari 13 persen menjadi 6,7 persen.

Anggaran Disdik Terjun Bebas, DPRD Nilai Walikota Batam Tak Peduli Pendidikan
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Sejumlah orang tua mengantarkan anaknya kesekolah di hari pertama di SD Negeri 2 Sekupang, Batam, Senin (18/7/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ternyata tidak hanya Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin yang mengeluh soal postur anggaran pendidikan.

Anggota DPRD Batam juga kecewa terkait pemangkasan anggaran di Disdik dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Batam 2017.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari heran, belanja langsung kegiatan pendidikan di Disdik terjun bebas dari 13 persen menjadi 6,7 persen.

Padahal semestinya paling tidak sama dengan tahun lalu.

"Ini memalukan, terjun bebas. Wali kota seperti tidak peduli dengan pendidikan," sentil Riky.

Baca: Jangan Heran Jika Penerimaan Siswa Baru Tahun 2017 Kisruh Lagi. Ini Tanda-tandanya

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Yunus, juga mempertanyakan soal dana insentif guru swasta senilai Rp 41 miliar.

Menurut dia, dana tersebut perlu ditinjau kembali.

Menurut Yunus, pembangunan RKB lebih penting dibanding insentif guru swasta tersebut.

Alasannya, peran sekolah swasta untuk menampung siswa kurang mampu selama ini juga rendah karena mereka lebih memikirkan komersial.

"Kita jangan memancing di air keruhlah. Dana Rp 41 miliar itu perlu ditinjau lagi. Dimasukkan saja dalam tong dan kita alihkan untuk membangun RKB. Tapi kita harus sepakat dulu," kata Yunus.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved