Tragis! Ketua Geng Motor Ini Tewas Dikeroyok Anggotanya Setelah Tantang Berkelahi. Ini Pemicunya

Tragis! Karena menantang anggotanya berkelahi, ketua geng motor ini tewas dihabisi sejumlah anggotanya dengan samurai. Ini penampakannya

Tragis! Ketua Geng Motor Ini Tewas Dikeroyok Anggotanya Setelah Tantang Berkelahi. Ini Pemicunya
TRIBUN JABAR/M SYARIEF ABDUSSALAM
Wakapolres Bandung Kompol Edwin Affandi (tengah) di Mapolres Bandung, Senin (9/1/2017), menunjukkan senjata tajam yang digunakan melukai ketua geng motor 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG-Polres Bandung mengamankan enam anggota geng motor yang diduga membunuh ketua kelompoknya sendiri menjelang pergantian tahun.

Pembunuhan itu diduga karena para pelaku kesal terhadap korban yang sempat menantang berkelahi.

"Kejadian pembunuhan pada 31 Desember 2016. Para tersangka ditangkap 24 jam kemudian, 1 Januari 2017, di Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut," kata Wakapolres Bandung Kompol Edwin Affandi di Mapolres Bandung, Jawa Barat, Senin (9/1/2017).

Dia menyebut pembunuhan terjadi akibat dendam pribadi antara korban, yakni Aris Mardiana (25) dan tersangka utama KN alias Tungir (25).

Dalam aksinya, KN dibantu oleh lima kawannya sesama anggota geng motor, yakni AT alias Abel (19), DB alias Ketan (29), RN alias Jana (23), dan SN (17).

Korban dan para tersangka sama-sama berasal dari Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Lima hari sebelum pembunuhan, tersangka sengaja memecahkan kaca mobil milik korban.

Saat pengeroyokan tersebut terjadi, para tersangka pun dengan mudah melukai kepala korban dari samping mobil di Jalan Raya Cimaung.

Edwin menyebut enam tersangka lalu mengeroyok korban dengan cara membacok bagian belakang kepala menggunakan samurai.

Korban juga sempat dipukul menggunakan botol minuman dan pipa besi.

Aris yang dikeroyok pada pukul 15.30 tersebut kemudian dibawa ke RS Al Ihsan.

Dia sempat mendapat perawatan intensif.

Korban yang kehilangan banyak darah akhirnya meninggal. (tribunjabar/msyariefabdussalam)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help