Pakai Visa Kunjungan Ketahuan Kerja Ilegal di Pabrik, Imigrasi Usir 4 Warga Tiongkok

Lagi-lagi Imigrasi mengusir pulang WNA Tiongkok lantaran menyalahi izin tinggi. Datang visa kunjungan, ketahuna kerja di pabrik ini

Pakai Visa Kunjungan Ketahuan Kerja Ilegal di Pabrik, Imigrasi Usir 4 Warga Tiongkok
Kompas Images
Ilustrasi. Sebanyak 35 warga negara asing (WNA) asal China diamankan petugas Imigrasi Mataram 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, CIREBON-Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon, Jawa Barat, mendeportasi empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang melakukan penyalahgunaan izin tinggal sesuai Pasal 75 ayat (1) dan ayat (2) huruf f.

"Keempat WNA dideportasi pada hari Selasa (10/1/2017) pukul 22.45 WIB menggunakan pesawat Garuda No GA890 tujuan Beijing melalui Bandara Soekarno Hatta," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Cirebon, Raja Ulul Azmi di Cirebon, Rabu (11/1/2017).

Empat orang WNA Tiongkok itu melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan perizinan yang diberikan imigrasi. Mereka menjadi pekerja di salah satu pabrik yang berada di Cirebon.

Ia menuturkan, keempat WNA yang dideportasi bekerja membuat alat pemanas tungku bahan bakar kapur di Pabrik Hebel di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

"Masuk pada bulan Agustus 2016 ke Indonesia dengan visa kunjungan dan melalaui sponsor, sedangkan untuk di Cirebon sendiri masih dalam pemeriksaan," tuturnya.

Keempat WNA itu bernama Zhang Hongmei, kelahiran 13/01/1964, Liu Meihua 02/11/1962 perempuan, Sun Shuilai 19/07/1963 dan Sun Dongjie 10/05/1981 laki-laki, semuanya asal Tiongkok.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ada keempat WNA Tiongkok tersebut diduga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang diberikan kepadanya," ujarnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan Pasal 75 ayat (1) dan ayat (2) huruf f, pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi (pemulangan) terhadap orang asing yang tidak menaati peraturan perundang-undangan. (antara)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help