Ditjen Imigrasi Tangkap 32 PSK Asing. Kenapa Penyalur dan Pengelola Tempat Hiburan Masih Bebas?

Sama dengan penggerebekan sebelumnya, belum satu pun para penyalur perempuan-perempuan asing tersebut dan pengelola tempat hiburan yang ditindak.

Ditjen Imigrasi Tangkap 32 PSK Asing. Kenapa Penyalur dan Pengelola Tempat Hiburan Masih Bebas?
Tribunnews/Abdul Qodir
PSK asing 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), mengamankan 32 orang perempuan yang diduga berporfesi sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) asing.

Namun belum ada penyalur maupun pengelola tempat hiburan yang ditindak atas kasus tersebut.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Ditjen Imigrasi, Kemenkumham, Yurod Saleh, dalam konfrensi pers yang digelar di kantor Ditjen Imgrasi, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017), mengatakan, terkait para pelaku lain yang mendukung para perempuan tersebut, pihaknya masih terus mendalami.

"Kita sedang mendalami, apakah mereka dengan sendirinya ke situ, apakah seperti apa," ujarnya.

Mereka diamankan di tempat hiburan malam di wilayah Bogor dan Jawa Barat. Perempuan yang diamankan antara lain 11 orang dari Vietnam, 5 orang dari Khazakhstan, 5 orang dari Uzbekistan, 5 orang dari Tiongkok, lima orang dari Maroko dan satu orang dari Russia.

Dari operasi tangkap tangan yang dilakukan pada pekan pertama tahun 2017 itu petugas Imigrasi berhasil mengamankan barang bukti antara lain berupa alat kontrasepsi, dan bukti pembayaran yang dikeluarkan tempat hiburan malam.

Dari penelusuran awal, diketahui tarif perempuan-perempuan berpenampilan menarik itu antara Rp 1.750.000 hingga Rp 4.000.000.

Dari sejumlah penindakan yang dilakukan Ditjen Imigrasi, termasuk operasi pada malam tahun baru yang berhasil mengamankan 76 perempuan asal Tiongkok.

Sama dengan penggerebekan saat ini, belum satu pun para penyalur perempuan-perempuan asing tersebut dan pengelola tempat hiburan yang ditindak.

"Semuanya masih kita dalami," dalihnya.

Laporan: Nurmulia Rekso Purnomo

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help