Balada Nasib Guru Honorer di Kepri

Bayar Gaji Guru Honorer, Disdik Kepri Putar Akal. Arifin Ngaku Lagi Otak-atik Anggaran

Dinas Pendikan Kepri mengaku tengah mengotak-atik anggaran mencari akal agar guru honorer tetap terbayar gajinya. Ini janji Arifin Nasir

Bayar Gaji Guru Honorer, Disdik Kepri Putar Akal. Arifin Ngaku Lagi Otak-atik Anggaran
Tribunbatam/thom limahekin
Yatim Mustafa dan Arifin Nasir duduk lesehan saat menunggu pelantikkan, Senin (7/11/2016). Dalam resafel kabinet Nurdin, keduanya bertukar posisi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri tengah memutar otak untuk memecahkan persoalan seputar tenaga guru honorer.

Dia mengaku tengah berusaha agar ribuah tenaga guru honorer limpahan kabupaten/kota itu bisa mendapat gaji dan insentif.

"Kami sedang otak-atik anggaran untuk para tenaga guru honorer dan pengawas sekolah," kata Arifin kepada Tribun, Sabtu (14/1/2017) malam.

Dia menerangkan, gaji dan tunjangan para guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tidak dipermasalahkan.

Sebab, mereka sudah dengan sendirinya menerima gaji dan tunjangan tersebut dari APBD.

"Gaji dan insentif dari 700 guru tidak tetap (GTT) yang diangkat berdasarkan SK Gubernur pun tidak menjadi masalah. Sebab, kami sudah mengusulkan Rp 18 miliar untuk gaji dan insentif mereka. Nah, gaji dan insentif guru honorer dan pengawas sekolah inilah yang sedang diperjuangkan," tegas Arifin.

Menurut Arifin, sekitar 1782 tenaga guru honorer dan pengawas sekolah yang dilimpahkan oleh kabupaten/kota kepada provinsi.

Mereka akan mengikuti seleksi yang digelar oleh Disdik Kepri sebelum ditanggung oleh Pemprov Kepri.

"Namun, seleksi itu baru akan dilakukan setelah ada dana. Saat ini saja APBD Kepri belum disahkan," kata kepala Disdik Kepri tersebut. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved