Bea Cukai Timbun Bawang Merah Sitaan di Dermaga, Sisanya Dihibahkan ke Riau dan Sumbar

Bea Cukai musnahakan bawang merah sitaan di dermaga Karimun. Sebagian lainnya dihibahkan termasuk ke Sumbar dan Riau. Ini detailnya

Bea Cukai Timbun Bawang Merah Sitaan di Dermaga, Sisanya Dihibahkan ke Riau dan Sumbar
tribunbatam/elhadif putra
Suasana penimbunan bawang merah sitaan di dermaga Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri memusnahkan barang bukti hasil penindakan dan Barang Milik Negara (BMN) berupa ribuan karung barang merah.

Pemusnahan sebanyak 2.016 karung barang bukti dan 556 karung BMN tersebut dilakukan dengan cara ditimbun dengan tanah di Dermaga Ketapang Kanwil DJBC di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Rabu (18/1/2017) siang.

"Pemusnahan BMN dilaksanakan setelah hasil koordinasi dengan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan koordinasi dengan Pengadilan Negeri Karimun terkait pemusnahan barang bukti," kata Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya.

Selain pemusnahan, Kanwil DJBC juga menghibahkan BMN berupa 2.646 karung bawang merah kepada Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Nantinya Pemkab Meranti akan menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang tidak mampu.

Dalam kegiatan yang sama sebanyak 1.200 karung bawang merah berstatus BMN juga dihibahkan Kanwil DJBC Khusus Kepri ke Yayasan Amanah Ampang Kuranji, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.

"Bawang yang dihibahkan harus segera didistribusikan. Karena jangan sampai kualitas menurun dan tidak dapat dikonsumsi lagi oleh masyarakat," pinta Parjiya.

Parjiya menambahkan hibah dilakukan setelah keluarnya hasil koordinasi pihaknya dengan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun. Hasilnya, setelah diuji di laboratorium maka dinyatakan jika bawang merah masih layak dikonsumsi.

"Hasil koordinasi lainnya, sependapat apabila bawang merah tersebut dihibahkan ke masyarakat dengan syarat hasil uji laboratorium memenuhi syarat untuk dikonsumsi," ujarnya.

Sementara itu Pemkab Meranti yang diwakilkan oleh Kadisperindag, Tengku Arifin, mengucapkan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. Ia menyebutkan bawang merah tersebut akan segera didistribusikan ke masyarakat melalui Dinas Sosial.

"Memang saat ini masyarakat Meranti sangat membutuhkan. Nanti berdasarkan data Dinas Sosial kami akan langsung distribusikan," ungkap Tengku.

BMN dan barang bukti yang dimusnahkan serta dihibahkan itu berasal dari tiga penindakan patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri terhadap tiga kapal yang membawa bawang merah ilegal dari Port Klang, Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Penindakan pertama pada tanggal 17 Desember lalu di perairan Tanjung Siaoi-api terhadap KM Rezki Nelayan yang membawa bawang merah tanpa berdokumen lengkap sebanyak 2.464 karung.

Penindakan kedua dilakukan petugas di perairan Tanjung Jumpul pada 1 Januari 2017 terhadap KM Harapan Indah yang membawa sebanyak 1.756 karung bawang merah. Selanjutnya pada 17 September 2017 petugas menegah KM Mitra Baru di perairan Tanjung Siapi-api yang mengangkut sebanyak 2.016 karung bawang merah.

"Total perkiraan nilai barang jika disesuaikan harga pasar sebesar Rp 1.155.240.000," tambah Parjiya. (*) 

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help