Polisi Periksa Ulang TKP, Belum Tentukan Tersangka Perusakan Kantor PT MOS. Kenapa?

Penyidik Polres Karimun kembali datangi TKP rusuh berujung perusakan kantor PT MOS. Polisi belum tetapkan tersangka

Polisi Periksa Ulang TKP, Belum Tentukan Tersangka Perusakan Kantor PT MOS. Kenapa?
tribunbatam/elhadif putra
Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Dwihatmoko 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Hingga Rabu (18/1/2017) siang, polisi masih kekurangan alat bukti untuk menetapkan tersangka kasus pengrusakan di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) Karimun.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiraseno yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya harus kembali melakukan pemeriksaan ulang di lokasi kejadian meski sebelumnya telah dilakukan olah TKP.

Pada pemeriksaan ulang tersebut Dwihatmoko kembali membawa serta Tim Inafis ke lokasi di kantor PT MOS yang terletak di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun.

"Ini kita mau ke TKP lagi. Kita masih kekurangan alat bukti untuk menetapkan tersangka," kata Dwihatmoko.

Dwihatmoko menyebutkan kendala yang dihadapi pihaknya karena tidak adanya CCTv di lokasi pengrusakan. Selain itu saksi yang sudah diperiksa mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pelaku pengrusakan.

"Saksi ada yang kita periksa. Tapi tidak terlalu kenal dengan pelaku. Di TKP juga tidak ada CCTv," ujarnya.

Untuk sementara ini Satreskrim Polres Karimun telah memeriksa sebanyak 10 saksi, termasuk pihak manajemen dan beberapa karyawan PT MOS lainnya. Selanjutnya menurut Dwihatmoko kemungkinan pihaknya masih akan memanggil saksi lainnya untuk mendalami kasus ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara polisi diduga pelaku pengrusakan adalah para karyawan PT MOS yang melakukan demonstrasi akibat masalah pembayaran gaji hingga berujung kerusuhan.

"Kita sudah periksa 10 orang tapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Diperkirakan pelaku karyawan," ujarnya

Diberitakan sebelumnya keterlambatan pembayaran gaji membuat pekerja PT MOS melakukan unjuk rasa. Namun entah siapa yang memulai, unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan di kantor manajemen PT MOS. Akibat kejadian tersebut pihak perusahaan membuat laporan ke Polres Karimun. Mereka memperkirakan kerugian mencapai Rp 684 juta. (*) 

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved