Sebagian dari Calon TKI Ilegal yang Diamankan Polda Akhirnya Dipulangkan. Lainnya?

Dari 196 calon TKI ilegal yang diamankan Polda Kepri dalam tiga penggerebekan, Kamis pekan lalu, 56 calon TKI ilegal dipulangkan ke daerah asal mereka

Sebagian dari Calon TKI Ilegal yang Diamankan Polda Akhirnya Dipulangkan. Lainnya?
TRIBUN BATAM/LEO HALAWA
Para calon TKI ilegal sebelum dipulangkan BP3TKI Tanjungpinang di shelter Nilam Suri Dinsos Kota Batam, Selasa (17/1/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dari 196 calon TKI ilegal yang diamankan Polda Kepri dalam tiga penggerebekan, Kamis pekan lalu, 56 calon TKI ilegal akhirnya dipulangkan ke daerah mereka masing-masing.

Pemulangan mereka difasilitasi oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang secara bertahap sejak Senin hingga Selasa (17/1/2017), melalui Bandara Hang Nadim, Batam.

Menurut Kepala BP3TKI Kombes Pol H Ahmad Ramadhan, pemulangan calon TKI itu bertahap.

"Senin kemarin, 37 orang kita pulangkan. Ditambah hari ini, sudah 56 orang," ujar Ramadhan.

Sedangkan 140 orang sisanya akan dipulangkan pada tahap berikutnya.

Pemulangan dilakukan bertahap karena terkendala kapasitas pesawat yang tak memungkin semuanya bisa dipulangkan serentak.

Biaya pemulangan ini, sebagian ditanggung oleh BP3TKI, tetapi sebagian lagi ditanggung oleh keluarga mereka.

"Hanya 52 orang yang kita biayai karena anggaran kita tidak cukup. Yang lainnya, keluarga mereka menyatakan siap mnenanggung biaya," katanya lagi.

Sebelum dipulangkan, Ramadhan sempat memberi wejangan kepada para korban para tekong TKI ilegal ini.

Ramadhan mengatakan, jika ingin menjadi TKI tidak ada masalah, namun harus berangkat secara legal dan harus melalui perusahaan pengerah tenaga kerja resmi.

Ramadhan sempat memaparkan bahwa mereka termasuk beruntung karena tertangkap masih di Indonesia.

"Mending bapak/ibu, masih aparat Indonesia yang mengamankan. Kalau di negeri orang, bisa jadi bapak/ibu dipenjara atau mendapatkan kekerasan fisik dan perlakukan tak manusiawi oleh para majikan. Mau melawan, bahkan kita yang bakalan masuk penjara," katanya.

Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved