Kasus TKA Ilegal Lagoi, Pemkab Bintan Hilang Pendapatan IMTA Rp 600 Juta. Ini Penjelasan Hasfarizal!

Pemkab Bintan mengklaim kehilangan potensi pendapatan setara Rp 600 juta dari TKA ilegal di Lagoi karena tak membayar IMTA

Kasus TKA Ilegal Lagoi, Pemkab Bintan Hilang Pendapatan IMTA Rp 600 Juta. Ini Penjelasan Hasfarizal!
tribunbatam/aminnudin
Para TKA bermasalah menunggu pemeriksaan di Imigrasi Tanjunguban 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Bintan akan mengefektifkan penggunakaan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Potensi pendapatan dari sektor ini dinilai masih jalan di tempat. Salah satu penyebabnya pelanggaran TKA atas perizinan tersebut.

Selasa (17/1/2017) kemarin, 41 TKA bermasalah diciduk di Club Med Lagoi. Selain pelanggaran keimigrasian, ke 41 juga tak memiliki IMTA yang seyogyanya wajib dimiliki pekerja asing. DPMPTS melansir potensi pendapatan yang hilang dalam kasus 41 TKA di Club Med tersebut capai Rp 600 juta.

Perhitungan ini dihitung DPMPTSP dengan menggunakan acuan terukur. Kepala DPMPTSP Hasfarizal Handra mengatakan, acuannya adalah per pekerja asing dikenakan retribusi IMTA Rp UU$ 1200 per tahun.

"Hitung saja dengan acuan itu, jika 40 TKA berarti besaran retribusi diterima Rp 600 juta. Tambah lagi dengan 1 TKA berapa jadinya?"kata Hasfarizal.

Bayangkan, Rp 600 juta itu setara dengan upah 19 pekerja lokal mengggunakan standar upah minium kabupaten (UMK). "Makanya kita bilang sayang sekali. Jika dihitung hitung, nilai potensi yang hilang itu jika dimaksimalkan, bisa membayar gaji 19 orang lokal,"kata dia.

Hasfarizal menghimbau, perusahaan di Bintan sebaiknya mematuhi peraturan berlaku jika hendak mempekerjakan TKA. Jangan bermasalah lagi secara keimigrasian apalagi secara ketenagakerjaan.

Namun dalam hal itu pihaknya sebatas menghimbau. Kewenangan dan pengawasan ketegakerjaan sudah menjadi otoritas provinsi. "Itu sudah menjadi kewenangan provinsi,"kata dia. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help