Kejari Karimun Terima Pelimpahan Tahap Kedua Mabes Polri, Kasus Kepemilikan Bahan Peledak

Kejari Karimun telah menerima pelimpahan tahak kedua berkas penyidikan kasus kepemilikan bahan peledak, dari Mabes Polri. Ini detailnya

Kejari Karimun Terima Pelimpahan Tahap Kedua Mabes Polri, Kasus Kepemilikan Bahan Peledak
tribunbatam/elhadif putra
Kasi Intel Kejari Karimun, Aji 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun telah menerima pelimpahan tahap kedua kasus bahan pembuat peledak, Amonium Nitrat dari kepolisian.

Pada tahap dua ini Kejari Karimun menerima tiga orang tersangka berinisial My, Ha dan Ak beserta barang bukti berupa amonunium nitrat sebanyak 2.500 karung, yang perkarungnya memiliki berat sekitar 25 kilogram.

Kasi Intel Kejari Karimun, Aji Prakoso selaku jaksa penuntut umum kasus ini mengatakan jika pelimpahan diterima dari Mabes Polri. Tersangka My yang diketahui warga Tanjungpinang merupakan pemilik barang dan dua lainnya merupakan anak buah dari My.

"Tahap duanya sekitar dua minggu yang lalu. Yang nangkap Mabes. Karena Amonuim nitratnya tertangkap disini dan saksi juga disini maka kita yang menangani," kata Aji yang dijumpai di kantornya, Kamis (19/1/2017).

Aji menyebutkan My sendiri tersangkut dua kasus, yakni kasus bahan peledak yang ditangani oleh Seksi Pidana Umum dan kasus perkara kepabeanan yang ditangani oleh Seksi Pidana Umum Kejari Karimun. Rencananya Kejari Karimun akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri Karimun secepatnya.

"Saat ini ketiga tersangka telah dititipkan di Rutan Karimun. Minggu depan kita limpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Kasus ini merupakan pengembangan dari tangkapan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khusus Kepri terhadap dua kapal bermuatan amonium nitrat pada tahun 2015 lalu. Pada kasus tersebut dua nahkoda yang menjadi tersangka telah selesai disidang di Pengadilan Negeri Karimun beberapa waktu lalu.

"Kasus tangkapnnya sudah divonis beberapa waktu lalu oleh hakim," kata Aji lagi. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help