MIRIS. Ambulans Dipakai Buat Penyuluhan. Orangtua Bawa Desri dengan Pikap. Di Perjalanan Meninggal

Ddua unit kendaraan siaga tersebut tengah dipakai kegiatan sosialisasi dan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya

MIRIS. Ambulans Dipakai Buat Penyuluhan. Orangtua Bawa Desri dengan Pikap. Di Perjalanan Meninggal
FACEBOOK
Desri Ratna Sahara, Anak bungsu dari pasangan Atikah dan Arifin, warga Dusun Cintapada, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya meninggal dalam mobil pikap. (FACEBOOK) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Desri Landa Sahara (13), seorang anak asal Dusun Cintapada, Desa Pasirmukti, RT 03, RW 03, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal di atas mobil pikap beratapkan terpal saat perjalanan menuju RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/1/2017) lalu.

Korban terpaksa dibawa orangtuanya dengan mobil pikap sewaan dari tetangganya karena tidak mendapatkan mobil ambulans dari puskesmas daerahnya.

Saat itu, dua unit kendaraan siaga tersebut tengah dipakai kegiatan sosialisasi dan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

Ayah korban, Arifin (55), mengatakan, pihak keluarga memang sejak awal menggunakan mobil pikap beratapkan terpal supaya tidak kepanasan saat membawa Desri ke rumah sakit.

Mereka terpaksa menyewa mobil pikap karena tidak ada mobil ambulans di Puskesmas Cineam, yang sedang dipakai kegiatan petugas puskesmas.

“Sebelum kita ke rumah sakit untuk membawa almarhumah anak saya, saya dan keluarga menggunakan mobil pikap ke Puskesmas Cineam terlebih dahulu.
Kebetulan mobil ambulans sedang tidak ada di puskesmas, karena kondisi anak saya sangat parah, saya langsung bawa almarhumah pakai mobil pikap,” jelas Arifin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (18/1/2017).

Kendala lainnya adalah jarak rumah sakit atau fasilitas puskesmas sangat jauh.

Dari tempat tinggalnya yang masuk wilayah perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran, menuju Puskesmas sejauh 7 kilometer dan ke rumah sakit di Kota Tasikmalaya sejauh 27 kilometer.

Dirinya waktu itu sempat bingung karena anaknya yang mengalami sakit ginjal kondisinya semakin parah dan sempat beberapa kali tak sadarkan diri.

Dia meyakini kalau saat itu anaknya sempat mendapatkan bantuan medis tak akan terjadi kehilangan anaknya yang sangat dicintainya tersebut.

Halaman
12
Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help