Karimun Bangkit

Yoeyoen Rela Turun Pangkat Ketimbang Jauh dari Keluarga, Rafiq Lantikan Pejabat Eselon Karimun

Bupati Karimun melantikan pejabat eselon II, III dan IV Pemkab Karimun, termasuk mantan Kepala Karantina Karimun. Ini alasannya!

Yoeyoen Rela Turun Pangkat Ketimbang Jauh dari Keluarga, Rafiq Lantikan Pejabat Eselon Karimun
tribunbatam/rachta yahya
Suasana pelantikan pejabat eselon di Pemkab Karimun, Kamis (19/1/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Bupati Karimun, Aunur Rafiq kembali menggelar acara pelantikan 29 pimpinan tinggi pratama Pemkab Karimun setingkat eselon II, III dan IV, Kamis (19/1/2017) sore sekitar pukul 14.30 WIB di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun.

Kehadiran drh Yoeyoen Marhayuni cukup menyita perhatian. Wanita berusia 47 tahun tersebut selama ini dikenal sebagai Kepala Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun, bagian dari Kementerian Pertanian RI.

Mengejutkannya lagi, Yoeyoen yang dipromosikan ke SKP Kelas I Belawan, Sumatera Utara beberapa bulan lalu, ternyata ikut dilantik dan diambil sumpahnya sebagai PNS di Pemkab Karimun. Yoeyoen menduduki posisi Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Pemkab Karimun atau setingkat eselon III (administrator).

“Itu ibu Yoeyoen kan, mantan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Karimun kan? Bukannya beliau promosi ke Karantina Belawan, Medan?” bisik-bisik tamu undangan saat acara pelantikan, Kamis.

Yoeyoen yang ditemui usai pelantikan mengaku dirinya bersedia pindah dan gabung Pemkab Karimun dengan pertimbangan keluarga. Pindah ke Belawan dirasanya cukup jauh bila melihat keluarganya yang berada di Pekanbaru. Yoeyoen pun harus menerima konsekuensi turun pangkat ke eselon III.

“Keluarga pertimbangan saya. Suami dan anak-anak di Pekan Baru. Pindah ke Belawan, cukup jauh rasanya dari mereka (suami dan anak, red),” ujar Yoeyoen kepada Tribun Batam.

Padahal dari sisi jenjang karir di Kementerian Pertanian RI, dirinya masih memungkinkan untuk naik lagi, mengingat usianya saat ini masih 47 tahun atau masih menyisakan 11 tahun sebelum memasuki masa pensiun.

“Masih (panjang), saya sekarang 47, masih ada sebelas tahun lagi,” sambungnya.

Mengingat posisinya yang cukup tinggi, Yoeyoen tidak harus mengikuti assesment layaknya pegawai di lingkungan Pemkab Karimun lainnya. Perihal itu, Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan tidak masalah mengingat status Yoeyoen pindahan dan sudah mendapat izin dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Tidak (assesment) karena dia pindahan, yang ikut assesment itu eselon II. Persetujuan BKN juga sudah masuk untuk eselon III. Persetujuan dari kementerian juga sudah keluar, sejak Desember kemarin diurus, jadi tidak masalah,” terang Rafiq. (*) 

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved