Kalangan Hotel di Lagoi Ngeluh soal Listrik, BRC Bantah Kerjasama PLN karena Harga Listrik Mahal

Pihak BRC membantah kerjasamanya dengan PLN merespon keluhan pengelola hotel soal harga listriknya mahal. Versi BRC ini tujuan kerjasama itu!

Kalangan Hotel di Lagoi Ngeluh soal Listrik, BRC Bantah Kerjasama PLN karena Harga Listrik Mahal
tribunbatam/aminudin
Pasangan asal Tiongkok yang memilih Lagoi, Bintan, sebagai lokasi pernikahan mereka, Selasa (10/5/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Dalam rangka mendukung pengembangan wisata di kawasan pariwisata Lagoi Bay Bintan, Vice President Bintan Resort Cakrawala (BRC) Frans Gunara mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero untuk menambah suplai listrik di kawasan. Prinsip kerjasamanya dalam bentuk back up daya.

"Jadi prinsipnya, kita kerjasama dengan PLN memback up kelistrikan di sini,"kata dia, Jumat (20/1/2017).

Dijelaskan Frans misalnya, sebutlah kemampuan suplai listrik salah satu tempat 12 megawatt, nah jika mendadak terjadi kerusakan salah satu instalasi, 12 MG itu langsung disuplai oleh PLN. Jadi, model kerjasama bersama PLN kata dia adalah bukan untuk menggantikan penyediaan fasilitas listrik yang selama ini dikelola BRC yang dianggap mahal itu, tapi hanya sebatas back up. "Jadi kita lebih efisien dan bisa jual lebih murah (listrik)"kata Frans.

Sebelumnya, sejumlah pemilik hotel di kawasan Lagoi mengeluhkan operasional hotel mereka membengkak akibat tingginya harga listrik yang mereka harus bayar. Kondisi demikian mempengaruhi daya tawar pelayanan dan harga kamar hotel terhadap tamu. Jika biaya listrik diteken lebih rendah lagi, harga pelayanan dan tarif kamar bisa diturunkan. Tingkat okupansi hotel bisa meningkat signifikan.

BRC kata Frans tengah menyiapkan sejumlah langkah dan planing agar kapasitas listrik yang dihasilkan lebih maksimal dari yang ada kini. Sehingga cost listrik yang disuplai ke hotel hotel juga bisa lebih terjangkau. Kerjasama dalam bentuk back up itulah yang sedang dijajaki. Rencana lebih besar atau grand planing lainnya adalah menggesah pembangun pembangkit listrik tenaga uap.

"Kami memang sedang mempersiapkan banyak planing dalam listrik ini untuk kedepannya, untuk 6 tahun yang akan datang, 7 tahun mendatang atau 8 tahun mendatang. Kalau kita gak persiapkan dari sekarang nanti sulit. Kita masih banyak mau bangun hotel, mau bangun air port, perbanyak fasiliatas agar tingkat kunjungan meningkat,"kata dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help