BREAKINGNEWS: Gara-gara Saling Pandang, Empat Remaja Ini Masuk Rumah Sakit saat ke Jembatan Barelang

gara-gara saling pandang, empat remaja ini masuk rumah sakit akibat dikeroyok sekelompok orang tak dikenal saat ke jembatan Barelang. Ini kejadiannya

BREAKINGNEWS: Gara-gara Saling Pandang, Empat Remaja Ini Masuk Rumah Sakit saat ke Jembatan Barelang
Tribunnews
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Empat orang remaja yang hendak pergi ke barelang dihajar sekelompok pemuda dikawasan simpang Tambesi, Minggu (22/1/2017) sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak hanya dihajar, keempat orang ini sempat disiksa sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Embun Fatimah, Batuaji Batam. Sekarang, kasus tersebut sudah ditangani oleh Polresta Barelang.

Empat orang yang menjadi korban penyiksaan tersebut diantaranya SB (21) SN (20) SJ (20) dan Si (21). Para korban sekarang sedang diperiksa oleh unit V Polresta barelang.

Si yang ditemui di Mapolresta Barelang mengatakan, mala itu ia dan teman-temanya hendak pergi ke jembatan Barelang sekedar untuk pergi jalan-jalan. Setiba di Simpang Tambesi, mereka bertemu dengan pengendara motor. "Awalnya hanya saling pandang saja. Kemudian mereka teriaki kami. Disana sempat terjadi perkelahian," sebut Si menerangkan, Senin (23/1/2017) siang.

Kemudian, salah satu teman mereka SB disandra oleh sekelompok orang tersebut. "Kami lari, tapi si SB ini tinggal dan dipegang dia. Tidak berapa lama kemudian, dia menelfon salah satu teman kami dan mengatakan kalau malasah sudah selesai. Kami gak tahu kalau itu hanya pancingan saja," sebutnya.

Tidak lama kemudian, teman-teman SB datang ketempat kejadian awal berencana untuk menjemput SB. Namun sayang, mereka langsung dibawa kesebuah tempat dan disiksa oleh sekelompok orang tersebut. "Kami disiksa, dipukul, dicambuk bahkan diketok pakai kayu. Kami babak belur disana. Cuma satu teman kami yang lolos, malam itu dia bilang kalau dia mau pergi dulu. Namanya si Su," sebutnya lagi.

Disuatu tempat tersebut, ia disiksa habis-habisan. Para kelompok pemuda ini menyuruh mereka untuk mengakui kalau mereka adalah sekelompok begal. Dibawah tekanan, mereka akhirnya terpaksa mengaku kalau mereka adalah begal. "Kami terpaksa mengaku, kalau tidak kami terus disiksa," sambungnya.

Setelah mengakui perbuatan tersebut, para pelaku penganiayaan menghubungi polsek Sagulung untuk menjemput mereka. Karena sudah babak belur, polisi membawa korban ke RSUD Embun Fatimah untuk diberikan pertolongan medis. (*) 

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved