Kapal TKI Tenggelam

Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang Kirim Tim untuk Bantu SAR Malaysia di Johor

Menurut Dia, saat ini kegiatan SAR pencarian korbaan masih terus dilakukan pihak berwenang Malaysia dengan dua kapal Penggalang 43 dan Pengawal 43

Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang Kirim Tim untuk Bantu SAR Malaysia di Johor
Tribun Batam/Eko Setiawan
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama S Irawan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Lantamal IV) Tanjungpinang menerjunkan tim Western Fleet Quick Response (WFQR) untuk melakukan koordinasi dalam membantu proses kegiatan SAR pada kecelakaan perahu karam yang berada di perairan pantai Tanjung Leman Mersing Johor Malaysia, Senin (23/1/2017).

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, SE, mengatakan ruang kendali utama (RKU) WFQR Lantamal IV Tanjungpinang menerima informasi dari ILO Malaysia tentang kejadian kapal tenggelam di perairan teritorial Malaysia, diduga perahu tersebut membawa TKI ilegal yang berangkat dari Tanjung Bemban Batam menuju ke Malaysia.

“Berita mengenai tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal tersebut diterima oleh MRSC Johor sekitar jam 09.15 waktu setempat, dimana DM7 Tanjung Sadeli menginformasikan bahwa mereka telah menerima laporan dari masyarakat setempat tentang adanya sebuah perahu yang karam dan menemukan 9 mayat (2 laki-laki dan 7 perempuan) yang terdampar di pantai perairan Tanjung Leman Mersing Johor atau + 90 Km dari Johor Baru Malaysia,” ujar Danlantamal IV.

Menurut Dia, saat ini kegiatan SAR pencarian korbaan masih terus dilakukan pihak berwenang Malaysia dengan dua kapal Penggalang 43 dan Pengawal 43.

Lokasi yang berada di Malaysia, menurut Danlantamal IV pihaknya tidak dapat terjun langsung.

Hanya kordinasi secara intensif dengan pihak Malaysia agar mengetahui perkembangan evakuasi.

“SAR telah dilakukan pihak berwenang Malaysia dengan mengerahkan kapal Penggalang 43 dan Pengawal 43.

Mengingat tempat kejadian berada di perairan teritorial Malaysia, kita tidak bisa terjun langsung ke lokasi.

Namun sampai dengan saat ini RKU WFQR Lantamal IV terus melaksanakan koordinasi dan pengumpulan data serta informasi mengenai perkembangan kejadian tersebut,” kata Danlantamal IV.

Danlantamal IV mengatakan saat ini merupakan musim angin utara dimana gelombang laut cukup tinggi disertai dengan hembusan angin yang cukup kencang, untuk itu dihimbau kepada pengguna transportasi laut agar memperhatikan faktor cuaca dan melengkapi sarana keselamatan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan di laut. (*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 24 Januari 2017

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help