Guru SMP di Bintan Tewas Setelah Kesetrum Listrik di Rumahnya

Kapolsek Tambelan Iptu Sopan, mengatakan, korban sempat dibawa rumah sakit setempat. Namun, nyawanya tetap tak tertolong

Guru SMP di Bintan Tewas Setelah Kesetrum Listrik di Rumahnya
303magazine
ilustrasi mayat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Yeni Fianti (32), guru SMP 14 Bintan di Kecamatan Tambelan ditemukan tergolek lemas di rumahnya setelah kesetrum listrik Selasa (24/1/2017) malam.

Namun, tidak lama kemudian korban meninggal dunia.

Kapolsek Tambelan Iptu Sopan, mengatakan, korban sempat dibawa rumah sakit setempat. Namun, nyawanya tetap tak tertolong.

"Saat sampai di Puskesmas, korban sempat diperiksa. Namun tak lama korban dinyatakan meninggal,"kata Sopan, Rabu (25/1/2017).

Selasa malam sebelum duka lara itu datang, sang ibu guru lagi sibuk aktifitas di rumah di Desa Kampung Hilir.
Sekitar pukul 20.30 WIB, korban naik ke teras atas rumah.
Dia hendak mengambil besi galpanis, bahan pembuatan baju.

Kebetulan, selain berprofesi sebagai tenga pengajar, Yeni juga nyambi berjualan pakaian hasil jahitan sendiri.

"Pas korban mengangkat besi itu, besi mengenai kabel aktif. Seketika badan dia terpental,"ucap Iptu Sopan.

Berdasarkan pemeriksaan, kabel yang menyetrum Yeni bertengangan menengah (TM) dengan daya 20.000 volt.
Saat peristiwa terjadi, jarak antara teras di lantai atas dengan kabel bertegangan sekitar 4 meter.

Sang suami, Agus Syawaluddin (38) yang ada di rumah kerkejut dengan peristiwa yang menimpa istrinya itu.
Begitu tubuh Yeni terpental lemas, dia langsung menolong istrinya.

Secepat itu pula dia membawa Yeni ke Puskesmas, namun sayang, nyawa sang istri tak terselamatkan.

Rabu (25/1), jasad Yeni dimakamkam di pemakaman umum setempat.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Kamis, 26 Januari 2017

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved