KPK Tangkap Hakim MK

Terungkap! KPK Bidik Patrialis Akbar Sejak 6 Bulan Lalu. Ini Alasannya!

Ternyata KPK sudah sejak 6 bulan terakhir mengendus ulah Patrialis Akbar. Ini penjelasan KPK!

Terungkap! KPK Bidik Patrialis Akbar Sejak 6 Bulan Lalu. Ini Alasannya!
TRIBUN/DANY PERMANA
Hakim Konstitusi Patrialis Akbar 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah membidik kasus Patrialis Akbar sejak enam bulan terakhir ini, sampai akhirnya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut ditangkap.

"OTT ini sudah dilakukan selama 6 bulan," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Kamis (26/1/2017) malam, di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Basaria Panjaitan melanjutkan, penangkapan Patrialis Akbar dilakukan setelah KPK mendapat informasi dari masyarakat.

"Awalnya, KPK menerima laporan dari masyarakat, soal akan terjadinya dugaan suap oleh penyelenggara negara, lalu tim melakukan penyelidikan‎ hingga OTT," kata Basaria Panjaitan.

Basaria Panjaitan menjelaskan setelah dilakukan OTT, Rabu ‎(25/1/2017) malam, dan dilakukan pemeriksaan selama 1x24 jam terhadap 11 orang yang diamankan, 4 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Patrialis selaku penerima suap dan temannya Kamaludin (KM) selaku perantara suap, ditetapkan sebagai tersangka setelah tertangkap tangan KPK melakukan praktik tak terpuji.

Begitu juga, seorang pengusaha importir daging Basuki Hariman (BHR), dan sekretarisnya berinisial NG Fenny (NGF).

Basuki Hariman (BHR) ,‎bos pemilik 20 perusahaan impor daging menyuap Patrialis sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu.

Suap diberikan terkait pembahasan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan.

Diduga, uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu itu sudah penerimaan ketiga.

Serangkaian OTT pada 11 orang terjadi ‎di tiga lokasi di Jakarta, pada Rabu (25/1/2017) pukul 10.00 Wib-pukul 21.30 Wib.

Tersangka yang ditangkap pertama adalah Kamaludin (KM), di lapangan golf di Rawamangun, Jakarta Timur.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved