Bantuan Banjir Kundur Tak Kunjung Turun, Camat Janji Turun Ngecek. Ada Apa?

Bantuan banjir Kundur tak kunjung dikucurkan, Camat janji turun ngecek ke warga korban banjir. Ada apa?

Bantuan Banjir Kundur Tak Kunjung Turun, Camat Janji Turun Ngecek. Ada Apa?
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim basah kuyup saat meninjau banjir di pulau Kundur, Selasa (24/1/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Hampir sepekan pasca banjir melanda empat dusun di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun namun bantuan kemanusiaan yang dijanjikan Pemkab Karimun belum kunjung diserahkan.

"Di kecamatan setahu saya belum ada, apakah langsung ke korban, nanti saya cek," ujar Camat Kundur, Saipol, Minggu (29/1/2017).

Belum diketahui penyebab belum turunnya bantuan kemanusiaan banjir Kundur tersebut. Kemungkinan petugas Dinsos Karimun lambat dalam menyelesaikan verifikasi data dari Kecamatan Kundur.

Saipol mengaku pihaknya sudah menyerahkan data korban banjir terutama yang berasal dari dua desa terparah yakni Sungai Sebesi dan Sungai Ungar. Jumlahnya mencapai 800 Kepala Keluarga (KK).

Bahkan beberapa waktu lalu perwakilan Dinsos Karimun dan Bagian Kesra Pemprov Kepri sudah turun ke lapangan melakukan pendataan.

Sementara itu seorang warga yang menjadi korban banjir mengaku bantuan cukup diperlukan mengingat korban tidak bisa beraktivitas selama banjir melanda.

"Kalau saya tidak terlalu parah, cuman air masuk ke rumah. Dikasih bantuan alhamdulillah, itu (bantuan, red) sebenarnya bentuk perhatian pemerintah saja kepada warganya yang terkena musibah. Kami sebenarnya tidak ingin banjir terjadi," katanya seakan menyindir.

Hujan deras selama dua hari berturut-turut menyebabkan banjir di empat dusun di dua desa di Kecamatan Kundur. Wakil Bupati Kabupaten Karimun Anwar Hasyim sempat turun memantau langsung kondisi masyarakat yang rumahnya terkena banjir.

Salah satunya di Parit Tegak, Desa Sungai Ungar. Anwar bersama tim dari Pemkab Karimun langsung melihat lokasi banjir. Wakil Bupati juga berpesan agar apabila hujan masih turun, warga dapat segera langsung mengungsi ke lokasi yang aman.

“Sekarang warga pilih bertahan tapi kalau kondisi tidak memungkinkan, kami imbau warga lebih baik mengungsi ke tempat yang aman, jangan paksakan bertahan di rumah,” pesan Anwar kepada Camat dan perangkat desa.

Banjir di Kundur berdasarkan pantauan diduga dipicu saluran air warga seperti parit yang kurang memadai atau kecil. Begitu hujan deras melanda minimal tiga jam, air dalam parit meluap dan meluber hingga ke rumah warga sekitar.

Selain itu, posisi rumah warga yang hampir sama tinggi dengan parit, bahkan sebagian ada yang di bawah tinggi parit sehingga memudahkan terjadinya banjir. Wabup pun telah memerintahkan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Karimun untuk melakukan upaya normalisasi parit sekitar pemukiman penduduk. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help