Warga Kawal Protes Air SPAM Tak Layak Pakai, Tapi Tarif Langganan Naik Berlipat-Lipat

Warga Kelurahan Kawal mengeluhkan tarif langganan air SPAM naik berlipat-lipat, sementara kondisi airnya tak layak. Ini curhat warga

Warga Kawal Protes Air SPAM Tak Layak Pakai, Tapi Tarif Langganan Naik Berlipat-Lipat
Tribun Batam/Aminnudin
Ilustrasi. Salah satu warga saat menunjukkan mesin pompa pendistribusi air di SPAM IKK Seri Kuala lobam yang rusak dan mengakibatkan air yang seharusnya ngalir kerumah warga sudah 12 hari ngadat tak mengalir lagi, Minggu (12/6). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN – Warga Kelurahan Kawal di Kecamatan Gunung Kijang mengeluhkan kualitas air bersih dari saluran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibukota Kota Kecamatan (IKK) Kawal.

Air yang proyek SPAM berwarna kekuning kuningan, kotor dan berdebu. Bagi warga air Spam yang masuk ke rumah sungguh kurang layak pakai. Untuk dimasak sebagai air minum sangat tak layak. Air tak cuma kekuning kuningan, tapi juga berdebu, sebagian debunya sisa sisa daun rusak. Diduga air itu tersalur begitu saja tanpa filter dulu.

Tentu saja warga kecewa. Apalagi air yang disalurkan selain dinilai kurang berkualitas untuk konsumsi rumah tangga, tagihan bulanannya pun membengkak bertahap.

“Sungguh sangat disayangkan. Kualitas air kurang bagus tapi tagihan ke kita naik. Bulan pertama kita bayar Rp 8 ribu, terus bulan ke dua naik Rp 18 ribu, eh bulan ke tiga Rp 32 ribu,”kataEdi Chaniago, pelanggan Spam IKK Kawal di wilayah RW 05, Minggu (29/1/2017).

Edi singguh menyesalkan kenaikan tarif yang dia dapatkan namun tak dibarengi peningkatkan kualitas air yang ia terima itu. Kenaikan tarif tiga kali masih ia anggapnya wajar. Namun di bulan ke 4 dan bulan ke 5 mendadak naik lagi, Edi jadi pening. “Bulan ke 4 nyanaik lagi jadi Rp 83 ribu, eh tak lama lagi naik jadi Rp 123 ribu. Saya protes dan tidak terima dengan cara cara beginian,”ucapnya.

Keluhan sama tak hanya datang dari Edi. Seorang ibu rumah tangga di Kawal juga menyatakan hal sama. Warga yang juga berada di RW 05 itu yang mengaku sempat protes dengan kenaikan berlipat tarif berlanggaran Spam. Menurutnya, harga Spam saat ini lebih mahal dari tarif listrik PLN.

“Ampun mak, harga air sampai melebihi harga listrik PLN? Saya sempat tanya ke petugas Spam, katanya meteran rusak. Lalu apakah semua warga lain juga meteran mereka rusak,” ujarnya.

Baik Edi dan pelanggan lain berharap pelayan Spam yang mereka terima ditingkatkan. Kualitas air yang juga dialirkan ke pelanggan juga diharapkan makin bagus. Dengan demikian antara kualitas dan tarif yang harus dibayarkan sepadan.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help