Kasus BUMD Tanjungpinang Tersendat, Kejari Tunggu Hasil Audit BPKP Kepri

Penyidikan kasus BUMD Tanjungpinang tersendat, Kejari menunggung hasil audit BPKP Provinsi Kepri

Kasus BUMD Tanjungpinang Tersendat, Kejari Tunggu Hasil Audit BPKP Kepri
Tribunnewsbatam/ ist
Eva Amelia

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang Heri Ahmad Pribadi mengaku bidang pidana khusus masih terus melaksanakan proses hukum dugaan korupsi delapan tower BUMD kota Tanjungpinang.

Menurut Heri begitu akrab disapa menuturkan bahwa proses penyidikan masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunaaan (BPKP) Provinsi Kepri. Kendati telah lebih sebulan lebih, hasil audit belum juga keluar.

"Belum keluar. Masih kita tunggu hasil auditnya. Yang jelas proses hukum masih berjalan," katanya ditemui di Kejari Tanjungpinang, Senin (‎30/1/2017) sore.

Seperti diketahui, kasus penyidikan dugaan korupsi ini telah berjalan putus-nyambung sejak setahun lalu. Bahkan kasus ini telah ‎ditangani oleh tiga masa periode jabatan Kasipidsus. Diantaranya Kasipidsus Lucas Aleksander, Danang Prasetyo dan Beny Siswanto.

Lebih lanjut, ditanya kendala audit yang dilakukan oleh BPKP, Heri mengaku tidak mengalami kesulitan. Kordinasi dengan pihak BPKP pun tidak mengalami hambatan. Komunikasi pun terus dijaalin agar hasil audit cepat dikeluarkanya.

"Tidak ada kendala masalah audit tersebut. Tidak ada masalah dan semua lancar-lancar saja. Kita belum pastikan kapan kita tetapkan tersangka," katanya sembari memasuki mobil pribadinya.

Selain itu juga, hasil audit menjadi salah satu point penting proses penyidikan kasus korupsi. Hal itu sesuai intruksi presiden Jokowi bahwa penanganan kasus korupsi dalam tingkat penuntutan harus ada kerugian negara terlebih dahulu.

‎Kasus ini berawal dari Pemerintah Kota Tanjungpinang 2010-2014 mengucurkan dana Rp4,1 miliar dana ke BUMD Kota Tanjungpinang. Selanjutnya, BUMD melalui perusahaan PT.Tanjungpinang Makmur Bersama melakukan kerja sama pembangunan tower dengan PT Gemetraco Tunggal. Selama lima tahun masa kepemimpinan Dirut BUMD, Eva Amelia, penggunaan dana tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. ‎Seperti tidak adanya LPJ secara jelas.

Selain untuk kegiatan operasional kantor, gaji dan tunjangan insentif bidang usaha yang dilakukan BUMD Kota Tanjungpinang dalam lima tahun kepemimpinannya, BUMD Tanjungpinang hanya memiliki kerja sama pendistribusian kopi dan gula serta investasi kerja sama pembangunan 9 titik tower antara BUMD dengan PT. Gemetraco Tunggal, yang selanjutnya akan disewakan ke Telkomsel.

Dari 9 titik tower yang lahannya sudah disewa selama per tahun itu, hingga saat ini hanya 1 tower di Kampung Bugis yang terbangun. Sedangkan pembangunan 8 tower lainnya dan penyewaan ke PT Telkomsel maupun provider lain menjadi tidak jelas.

Dalam penyewaan lahan dan pembangunan tower, PT Tanjungpinang Makmur Bersama bertindak sebagai pelaksana pengurusan izin, pengurusan jasa SITAC, penyewaan lahan serta pengurusan IMB di 9 titik lokasi.

Alhasil, kendati dana sewa dan sewa lahan serta pengurusan administrasi yang diduga dimark-up PT Tanjungpinang Makmur Bersama, hingga saat ini dari 9 tower, hanya tower site di Kampung Bugis yang dapat ditagih. Tagihan tersebut, hingga saat ini juga belum dibayarkan PT Gemetraco ke PT TMB sebagai perusahaan dari BUMD Kota Tanjungpinang. Atas tidak jelasnya pengembalian pembiayaan sewa dan pengurusan administrasi izin dan IMB itu, berakibat saldo kas akhir BUMD Kota Tanjungpinang di akhir masa jabatan Eva Amalia hanya tinggal Rp1.700 saja.

‎Dalam sewa lahan pada 9 titik lokasi tower yang lahannya sudah dibebaskan, PT. Tanjungpinang Makmur Bersama, ternyata dua dari lahan tersebut merupakan lahan milik dua mantan angggota DPRD Kota Tanjungpinang periode 2009-2014, masing-masing berinisial Sp dan As. Keduanya diduga turut serta menikmati kucuran dana BUMD Kota Tanjungpinang sebesar Rp150-200 juta, dengan alasan penyewaan lahan pembangunan 9 titik tower, kerja sama BUMD Kota Tanjungpinang dengan PT Telkom. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Selasa (31/1/2017)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved