Ada Apa? Ibu-ibu di Toapaya Menjerit Saat Berada di Pasar. Ternyata Ini Sebabnya

"Harga cabe kini dijual Rp 15.000 per ons, sekilonya sudah Rp 90-an ribu. Aampuun! Puyeng aku,"kata Dia

Ada Apa? Ibu-ibu di Toapaya Menjerit Saat Berada di Pasar. Ternyata Ini Sebabnya
TRIBUN BATAM/ AMINNUDIN
Suasana saat pedagang menjual cabe kepada pembeli di Pasar Barek Motor Toapaya, Bintan, Selasa (31/1/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Lasni (45), warga Kecamatan Toapaya "menjerit" saat tiba di pasar Selasa (31/1) siang ini.

Penyebabnya, saat membeli cabe dan mengetahui harga cabe merah sudah melonjak tinggi.

"Harga cabe kini dijual Rp 15.000 per ons, sekilonya sudah Rp 90-an ribu. Aampuun! Puyeng aku,"kata Dia usai pulang dari pasar.

Tiga hari lalu, harga cabe masih Rp 75 ribu sekilo. Harga itu saja sudah tergolong tidak normal dibanding harga cabe sebelum bergejolak dua tiga bulan lalu.

"Dulu cabe itu cuma Rp 40 ribu sekilo, atau paling tinggi Rp 60 ribu sekilo. Sekarang mainnya tak ketulungan, Rp 70-an ribu, hari ini malah Rp 90-an ribu. Itu mahal sekali, wajar kita ini menjerit,"kata dia.

Pedagang sembaki di Kecamatan Toapaya mengakui terjadi kenaikan harga cabe.

Menurut Anton, seorang pedagang yang ditemui Tribun, penyebab harga cabe naik adalah stok barang yang mulai terbatas.

"Selain stok terbatas, harga dari pemasok naik beberapa persen. Dari sananya (suplier) memang naik,"kata Anton.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 1 Februari 2017

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved