Puluhan Honorer Pemko Batam Mengundurkan Diri. Karena Tak Gajian? Ini Kata Kepala BKD

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging menilai, keberadaan tenaga honorer di lingkungan Pemko Batam memang terlalu 'gemuk'.

Puluhan Honorer Pemko Batam Mengundurkan Diri. Karena Tak Gajian? Ini Kata Kepala BKD
Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
Sejumlah peserta mengikuti ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Batam di Univesitas Riau Kepulauan (Unrika), Batuaji, Batam, Kepri, Minggu (3/11/2013). Sebanyak 738 tenaga honorer mengikuti ujian seleksi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Batam. Dari 738 peserta, 90 persen ujian seleksi ini diikuti oleh tenaga guru honorer. 

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Belum lagi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Batam 2017 cair, sedikitnya 38 tenaga honorer di lingkungan Pemko Batam menyatakan pengunduran dirinya, Januari lalu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Batam, M Sahir, membenarkan adanya pengunduran diri honorer tersebut.

"Ya, ada yang mengundurkan diri. Yang sudah pasti ada 38 orang," kata Sahir, Rabu (1/2).

Adapun alasan pengunduran diri itu, kata Sahir beragam.

Namun dia menegaskan, alasan pengunduran diri tersebut bukan karena adanya keterlambatan pembayaran gaji honorer, yang merupakan imbas dari terlambatnya pengesahan APBD Kota Batam 2017.

"Tidak karena gaji, tapi mereka dapat pekerjaan lain," ujar dia.

Selain itu, ada juga yang mengundurkan diri dengan alasan karena ingin melanjutkan pendidikan. Atau mencari pekerjaan lain.

"Mereka kan nggak bisa dapat izin kalau ingin melanjutkan pendidikan. Makanya pilih berhenti," kata Sahir.

Sementara itu, Sahir mengatakan, tahun ini Pemko Batam berusaha agar tidak ada penambahan tenaga honorer.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help