Tak Tahan Banyak Kejahatan, Ibu-Ibu Klub Malam Pilih Berparade

Ibu-ibu dari klub malam Ginza, bartender dan polisi berparade di Ginza Tokyo, Rabu (1/2/2017)

Tak Tahan Banyak Kejahatan, Ibu-Ibu Klub Malam Pilih Berparade
TRIBUNNEWS.COM
Para ibu klub malam Ginza, bartender dan polisi berparade Rabu (1/2/2017) malam di Ginza Tokyo menentang kejahatan. 

BATAM.TRIBUNNEWS,TOKYO - Ibu-ibu dari klub malam Ginza, bartender dan polisi berparade di Ginza Tokyo, Rabu (1/2/2017).

Parade tersebut dilakukan untuk menentang kejahatan seperti percaloan, pencopetan, tagihan kaget (bottakuri) dan sebagainya.

"Kejahatan terus menerus berlangsung tak bisa didiamkan dan harus diberantas. Kita berusaha mengimbau masyarakat agar menjaga ketentraman sekitar, jauhkan dari kejahatan dan laporkan apabila mengetahui ada tindak kejahatan," kata Takashi Chikazawa, Kepala Polisi Stasiun Tsukiji yang mengawasi daerah Ginza.

Lebih dari 100 klub malam di sekitar Ginza dengan 140 pegawainya beserta para ibu klub Ginza dan bartender kemarin malam berparade di Ginza.

Mereka ingin Ginza dijauhkan dari kejahatan. Tahun lalu saja sedikitnya 10 korban kejahatan terjadi di Ginza, baik itu kecopetan, percaloan, bottakuri dan sebagainya.

"Termasuk parkir yang ilegal akan kami lakukan tindakan dengan keras terhadap pemiliknya apabila dilakukan di Ginza," kata Chikazawa.

Bottakuri atau tagihan mahal usai bersenang-senang di klub, sedikitnya 1.000 kasus per tahun.

Bahkan 1 Juni 2015 kedutaan besar Amerika Serikat di Tokyo pernah mengeluarkan surat peringatan kepada warganya agar berhati-hati kalau pergi ke klub malam di Jepang karena mulai banyak kejahatan terutama bottakuri.

Daerah yang banyak kasus Bottakuri terutama Ginza, Roppongi dan Kabukicho Shinjuku Tokyo. Tagihan hanya sekitar 50 ribu yen misalnya, ditagih menjadi 500.000 yen.

Bahkan seorang warga Indonesia pernah kena bogem mentah, lumpuh masuk rumah sakit dan dirawat empat bulan tahun 2015 di Kabukicho akibat Bottakuri.

Pelakun umumnya terkait pula dengan mafia Jepang (yakuza) yang berusaha mendapatkan uang sebanyak mungkin dari dunia malam. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved