Telekomunikasi Barang Mewah di Anambas? Buktinya Kontrak Bandwidth 10 Mbps Setahun Rp 3 M

Benarkah telekomunikasi masih menjadi barang mewah di Anambas? Ini jawabannya

Telekomunikasi Barang Mewah di Anambas? Buktinya Kontrak Bandwidth 10 Mbps Setahun Rp 3 M
Facebook
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Layanan telekomunikasi di Anambas seakan menjadi barang mewah. Bagaimana tidak, untuk mendapat layanan internet hanya dengan menggunakan paket internet, tak semudah membalikkan telapak tangan. Kualitas internet yang masih belum dikatakan layak ini, tidak jarang ditopang oleh layanan internet milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik dan Persandian pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Richart mengatakan, kapasitas bandwidth yang tersedia saat ini hanya tersedia 10 Megabyte per second (Mbps). Adapun anggaran yang disediakan untuk kapasitas bandwidth ini mencapai Rp 3,187 miliar per tahun dengan sistem kontrak.

"Meskipun anggaran untuk penyediaan internet ini terbilang besar, namun dengan kapasitas yang ada ini masih kurang, terlebih untuk di pemerintahan. Anggaran yang ada ini pun, bahkan sudah maksimal terlebih dengan kondisi keuangan daerah. Bahkan, dengan kapasitas yang ada saat ini sudah over kapasitas," ujarnya Kamis (2/2/2017).

Ditemui di ruangannya, pihaknya menambahkan, penggunaan Very Small Aperture Terminal (VSAT) menjadi pilihan untuk kebutuhan internet di Anambas. Penggunaan dengan sistem VSAT ini pun, diketahui sudah berjalan sejak tahun 2010 kemarin. Tidak jarang, dengan kapasitas yang ada ini, per harinya login yang tersedia tembus hingga 300 pengguna dalam waktu yang bersamaan. Layanan internet ini pun, dibuka secara bebas ketika tengah sore hari yang terpusat di Taman Bermadah di depan kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas.

Selain membutuhkan biaya operasional yang besar, kualitas internet dengan menggunakan jaringan VSAT cenderung tidak stabil, terlebih ketika cuaca tengah buruk. "Hadirnya Palapa Ring Barat, paling tidak menjadi salahsatu alternatif untuk meningkatkan kualitas internet di Anambas. Dengan menggunakan fiber optic tentunya ini menjadi poin positif juga, karena kualitas internet yang ada tidak terpengaruh pada kualitas cuaca," bebernya.

Kapasitas 100 Mbps yang akan masuk ke Anambas melalui proyek dari Pemerintah Pusat ini pun, rencananya akan dialokasikan sebesar 40 Mbps untuk pemerintahan sementaranya 60 Mbps sisanya diperuntukkan untuk kepentingan publik. Sementara, jaringan internet menggunakan sistem VSAT, akan dipindahkan ke desa serta kecamatan yang berada di luar Pulau Siantan. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved