Heboh Harta Karun

Berburu Harta Karun, Pemkab Matra Kerahkan Alat Berat ke Pantai Kaloe. Inikah Hasilnya?

Menjawab kehebohan penemuan harta karun, Pemkab kerahkan alat berat menggali lokasi sesuai petunjuk peta. Inikah hasilnya?

Berburu Harta Karun, Pemkab Matra Kerahkan Alat Berat ke Pantai Kaloe. Inikah Hasilnya?
Kompas.com
Cari harta karun di muara sungai, pemda Mmauu utara kerahkan alat berat untuk menggali lokasi yang diduga terdapat harta karun 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU UTARA-Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara mengerahkan alat berat untuk menggali lokasi yang diduga tertanam harta karun di Pantai Kaloe.

Penggalian itu untuk membuktikan isu adanya harta karun bernilai miliaran rupiah di muara Sungai Kaloe, tak jauh dari Pantai Muara, yang menghebohkan warga Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, sejak empat hari terakhir.

Harta karun yang diduga tertanam di kedalaman lebih empat meter itu membuat tim pencari harta karun terpaksa menggali lokasi berukuran lebih dari 30 meter x16 meter.

Sejak isu ini merebak, ribuan warga Mamuju Utara maupun dari luar daerah yang penasaran terus mendatangi lokasi.

Sejak Jumat (3/2/2017) siang hingga Sabtu (3/2/2017) petang, sebuah alat berat yang dikawal aparat TNI dan petugas dari Polres Mamuju Utara dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses penggalian di titik yang diduga terdapat timbunan harta karun di kedalaman sekitar empat meter.

Sementara ribuan warga yang penasaran dengan isu harta karun tersebut terus mendatangi lokasi. Banyaknya warga yang menonton memaksa petugas membatasi warga yang mendekati lokasi karena alasan keamanan.

Setelah proses penggalian dilakukan selama hampir empat jam, sebuah kubangan berukuran 30 meter x 13 meter terbentuk dan mengeluarkan air. Tim pencari harta karun kemudian menyelam ke kubangan tersebut untuk memastikan keberadaan harta karun.

Salah satu anggota tim pencari harta karun, Ansar, mengatakan, tim telah bekerja dari siang hingga petang untuk mencari harta karun, seperti petunjuk di peta harta karun yang kini beredar luas di masyarakat.

Namun, karena faktor cuaca, air pasang naik, maka pencarian harta karun yang diperkirakan di kedalaman empat meter lebih rencananya kembali dilanjutkan pada Sabtu (4/2/2017) hari ini.

“Pencarian kita hentikan sementara karena air pasang naik, rencananya kita lanjutkan esok hari. Namun, dari yang sudah kita lakukan, ditemukan adanya dugaan bungker,” ujar Ansar, Jumat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Nyoman Suandi menjelaskan, pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, memantau langsung di lapangan untuk memastikan apakah harta karun dimaksud itu berupa benda pusaka atau benda cagar budaya. Jika benda pusaka, maka itu wajib dilindungi pemerintah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010.

“Jika nantinya benar ada, kita akan lihat bendanya apa. Jika itu termasuk benda cagar budaya yang dilindungi, maka kita akan amanakan sesuai perintah undnag-undang,” ujar I Nyoman Suandi.

Wakapolres Mamuju Utara Kompol Mihardi menyebutkan, informasi adanya temuan harta karun ini berawal dari Babinkantibmas hingga sampai ke Polres Mamuju Utara.

Babinkamtibmas yang bertugas di Desa Tikke melaporkan adanya isu penemuan harta karun. Tentu dengan laporan tersebut, kepolisian meningkatkan keamanan di lokasi.

“Kami mengawal pengamanannya, baik pekerja maupun warga yang hendak menyaksikan proses pencarian yang diduga harta karun ini,” ujar Mihardi. (Junaedi)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved