Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

Selain Divonis 3 Tahun Penjara, Tekong Said Juga Dilarang Kemudikan Pompong Setelah Bebas

Tekong pompong bernama Said Imarullah yang menjadi tersangka dalam insiden itu, sudah menjalani beberapa kali sidang

Selain Divonis 3 Tahun Penjara, Tekong Said Juga Dilarang Kemudikan Pompong Setelah Bebas
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Evakuasi korban pompong tujuan Pulau Penyengat yang tenggelam, Minggu (21/8/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Masih ingat kasus kapal pompong ke Pulau Penyengat yang tenggelam dan menewaskan 15 orang pada 21 Agustus 2016?

Tekong pompong bernama Said Imarullah yang menjadi tersangka dalam insiden itu, sudah menjalani beberapa kali sidang.

Senin (6/2/2017), Said divonis dengan hukuman kurungan penjara selama 3 tahun.

Baca: BREAKINGNEWS. Pengemudi Pompong Tenggelam di Tanjungpinang Jadi Tersangka. Ini Alasannya

Dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim Carpioner SH menyatakan terdakwa terbukti secara sah bersalah saat menjalankan pekerjaannya dan telah melakukan kesalahan dalam bentuk kealpaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, sebagaimana yang diatur dan diancam dalam Pasal 361 KUHP Jo Pasal 359 KUHP.

"Terdakwa dihukum pidana penjara selama 3 tahun penjara dan mencabut hak terdakwa untuk menjalankan pekerjaan sebagai tekong atau pengemudi kapal pompong," ujar Carpioner, Senin (6/2/2017).

Terdakwa dinyatakan tidak boleh mengemudikan pompong kembali jika nanti telah bebas dari masa kurungan.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 7 Februari 2017

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved