Rudy Chua Ungkit Soal Hak Interpelasi DPRD Kepri Kepada Gubernur. Ini Alasannya

Mereka menilai, kekeliruan itu dilakukan Gubernur, baik pada pelantikan jilid I pada November 2016 lalu dan jilid II pada Januari 2017

Rudy Chua Ungkit Soal Hak Interpelasi DPRD Kepri Kepada Gubernur. Ini Alasannya
dok tribun
Anggota DPRD Kepri Rudy Chua 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Sejumlah anggota DPRD Kepri kembali mengungkit hak interpelasi yang pernah dilayangkan kepada Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Hak interpelasi itu pernah dilayangkan pada Desember 2016 lalu saat anggota dewan melihat sejumlah kekeliruan yang dilakukan Gubernur Nurdin dalam melantik pejabatnya.

Mereka menilai, kekeliruan itu dilakukan Gubernur, baik pada pelantikan jilid I pada November 2016 lalu dan jilid II pada Januari 2017.

Masalah itu dibuka lagi oleh tim inisiator yang dibentuk anggota dewan itu untuk mengevaluasi pelantikan tersebut.

"Selama ini, kami memang masih menutupi beberapa kekeliruan yang dilakukan Pak Gubernur. Tapi kami kira, sudah saatnya membuka hal tersebut," kata Anggota tim inisiator, Rudy Chua, kepada Tribun, Selasa (7/2/2017) malam.

Rudy menyebutkan sejumlah kekeliruan Nurdin dalam menempatkan para pejabatnya.

Dia memisalkan ada pejabat dan pegawai yang sudah pensiun atau pindah, tetapi mereka tetap dilantik.

Para pejabat dan pegawai itu adalah Asnidar di Badan Pemberdayaan Perempuan yang sudah pensiun pada Maret 2016, Nelly di Disperindag yang sudah pensiun pada November 2016, F Majid di Biro Hukum yang sudah pensiun pada Desember 2016 dan Sri S di Badan Perpustakaan dan Aset yang sudah pindah dua tahun lalu ke Pemko Tanjungpinang.

Sedangkan pejabat dan pegawai yang dilantik dengan dua jabatan antara lain Yudi F di Dispar dan Dinas Infokom, Rocki H di PTSP dan Disnaker, Leni M di Sekwan dan Dinsos dan Kartini S di Dinas Infokom dan Perkim.

"Kesalahan itu sudah diperbaiki dengan dilakukan penggantian pejabat baru yang sayangnya tidak melalui prosedur yang ada seperti pelantikan ulang," kata Rudy.

Halaman
12
Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help