Terungkap! Pengakuan Wakajati Kepri: Proyek Bermasalah, Ada Instansi di Pemprov Minta Pendampingan

Pemprov dan Kejati Kepri teken MoU pendampingan proyek pemerintah. Kejati meminta pengajuan pendampingan sejak awal, bukan saat tengah bermasalah

Terungkap! Pengakuan Wakajati Kepri: Proyek Bermasalah, Ada Instansi di Pemprov Minta Pendampingan
tribunbatam/thom limahekin
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara TP4D dengan Pemprov Kepri di Aula Kantor Gubernur Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Wakil Kajati Kepri, Asri Agung mengingatkan para pengguna anggaran dan stafnya di lingkup Pemprov Kepri untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

Mereka diharapkan meminta pendampingan dari TP4D dalam menjalankan anggaran sehingga tidak tersandung masalah hukum.

Namun, mereka juga dituntut untuk tulus dalam meminta pendampingan itu.

"Jangan saudara-saudara minta pendampingan setelah menghadapi masalah," ungkap Asri saat menghadiri penandatanganan kesepahaman antara Tim P4D Kejati Kepri dan Pemprov Kepri di Aula Kantor Gubernur Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang, Rabu (8/2/2017) pagi.

Asri mencontohkan, sebuah OPD pernah meminta pendampingan dari TP4D dalam pelaksanaan anggarannya.

Namun, permintaan tersebut muncul setelah proyeknya sudah berjalan sekitar 50 persen.

"Setelah kami cek, ternyata proyeknya sedang bermasalah. Nah, ini membuat kita celaka. Karena itu, saya minta agar saudara-saudara tulus meminta pendampingan," tegas Asri.

Wakajati Kepri itu menekankan bahwa TP4D tidak mutlak menerima permintaan pendampingan dari OPD.

TP4D bahkan bisa menolak memberikan pendampingan jika permintaan itu tidak diusulkan sejak awal kegiatan dimulai.

"Jadi pendampingan dan pengawasan itu dilakukan sejak awal pelelangan, pelaksanaan proyek sampai serah terima," ungkap Asri.

Menurut Asri, nota kesepahaman antara TP4D Kejati Kepri dan Pemprov Kepri bertujuan untuk mengawasi pengelolaan anggaran.

Dengan demikian, anggaran tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan dan sungguh dinikmati masyarakat.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved