Enam Mahasiswi Meleleh oleh Rayuan Lebay Pengusaha Periklanan. Tapi Ini yang Terjadi

Selain mengambil barang berharga korban semisal komputer jinjing dan telepon seluler, Kusumo Hadi (30), meminta uang dengan bermodal belas kasihan.

Enam Mahasiswi Meleleh oleh Rayuan Lebay Pengusaha Periklanan. Tapi Ini yang Terjadi
happykado.com
Korban rayuan. Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Santo Ari

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Seorang pria mengaku pengusaha periklanan berhasil memacari dan menguras harta enam perempuan yang kebanyakan mahasiswi.

Selain mengambil barang berharga korban semisal komputer jinjing dan telepon seluler, Kusumo Hadi (30), meminta uang dengan bermodal belas kasihan.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Akbar Bantilan mengungkapkan Kusumo memacari enam perempuan dalam waktu hampir bersamaan.

Keenam korban terbuai oleh bujuk rayu pelaku.

Mereka yang masuk perangkap rela menyerahkan uang dan barang yang kemudian digunakan Kusumo untuk kepentingan pribadi.

"Pelaku berdalih sedang kesusahan, dia pernah cerita kalau ibunya sakit kanker. Sedangkan dengan perempuan lain dia bercerita salah satu orangtuanya ada yang meninggal. Tapi sebelumnya para korban ini dikelabui dengan diajak untuk menikah," terang Akbar, Jumat (10/2/2017).

Pelaku mendekati korban sejak Agustus-September tahun lalu. Dengan tipu muslihatnya, ia menguras harta dan uang korbannya. Satu di antara mereka merugi Rp 19 juta.

Dikatakan Akbar, setidaknya dari tiga korban saja, pria asal Surabaya, Jawa Timur, ini sudah meraup uang sampai Rp 45 juta.

Salah satu korban yang curiga berinisial AWW (25) asal Makassar, melaporkan Kusumo ke kepolisian lantaran tidak ada kejelasan dari tersangka dan terkesan menghilang.

Polisi yang mendapat laporan kemudian menangkap tersangka di salah satu hotel di kawasan Depok, Kabupaten Sleman.

Dari sana terungkap tersangka tak hanya menipu seorang perempuan, karena polisi menemukan barang bukti beberapa kartu ATM dan ponsel berasal dari korban lainnya.

"Terungkap sudah enam perempuan yang ditipu tersangka. Laptop dan beberapa ponsel milik korban sudah ada yang dijual untuk keperluannya sendiri," tambah Akbar.

Polisi masih mengembangkan kasus ini lantaran korban diduga berjumlah lebih dari enam orang. Tersangka terancam hukuman empat tahun penjara.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help