Sambungan Jalan Toapaya Selatan-Korindo Kijang Mendadak Dipending. Ada Apa?

Sambungan jalan Toapaya Selatan ke Korindo di Kijang mendadak pending. Kenapa? Pemkab Bintan menjawab ini

Sambungan Jalan Toapaya Selatan-Korindo Kijang Mendadak Dipending. Ada Apa?
Tribunnews.com
Ilustrasi Pengaspalan jalan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Roda motor atau mobil milik warga di Toapaya atau Kijang tampaknya pada 2017 ini belum bisa melewati lanjutan jalan Lintas Barat dari Desa Toapaya Selatan ke Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Penyebabbya pengerjaan lanjutan jalan lanjutan harus dipending. Mengapa bisa?

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan menjawab, anggaran awal untuk proyek itu sudah habis. Jumlahnya yakni Rp 40 miliar bersumber APBN 2016. Dana itu habis terpakai untuk mengerjakan pengaspalan 1 kilometer dan seluruh pembangunan yang mencapai 12,8 kilometer.

Kadis PUPR Bintan Juni Rianto pada Minggu (12/2/2017) mengatakan, kalau lintas barat lanjutan itu mau selesai total, setidaknya perlu duit lagi sekitar Rp 125 miliar. Seratus miliar lebih itu dihitung sudah bisa menyelesaikan cepat proyek. "Dengan dana itu, ya selesai,"kata dia.

Berharap akan dana sebesar itu bisa cepat dapat kata Juni tak mudah. Sampai pada Februari 2017 ini, belum ada gambaran dana terkucur buat menyelesaikan proyek lintas sambungan. Baik itu APBD maupun APBN. "Belum ada,"kata dia.

Memang sempat ada informasi Pemrov Kepri membantu mengalokasikan Rp 10 miliar buat sambungan lintasan. Namun hingga sekarang hal itu masih berupa informasi saja.

"Informasi ada kita dengar itu. Hanya saja saya belum bisa pastikan, baru sebatas informasi. Memang untuk APBD dan APBN tidak ada alokasi proyek lanjutan jalan itu,"kata dia.

Rp 10 miliar dari APBD Kepri yang PU dengar itu pun kalau dipake cuma cukup untuk membiayai pengerjaan pemotongan dua bukit tinggi di area lintasan. Sisanya dapat digunakan buat menimbun jalan.

"Kalau kemarin kan dari Korindo, nah dana yang dari APBD Kepri rencananya dimulai dari Simpang batu 16. Itu pun belum bisa untuk pengaspalan, dananya difokuskan untuk melakukan cut and fill (Pemotongan Bukit) serta untuk pematangan lahan saja. Karena ada sekitar 1 juta kubik tanah yang harus diambil dari dua bukit," kata dia.

Pengaspalan kata Juni normalnya per 1 kilometer setidaknya membutuhkan duit Rp 4 miliar. Jika dihitung hitung, panjang jalan lintasan mencapai 12, 8 km. Dengan panjang itu berarti membutuhkan dana sekira Rp 50 miliar lebih. "Yang banyak (Anggarannya) memang untuk pematangan lahan serta pemotongan bukit," tandasnya.

Bila lanjutan jalur Lintas Barat yang menghubungkan Kecamatan Toapaya dan Bintan Timur rampung, diyakini mampu memperlancar arus barang dan jasa dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dikawasan Bintan. Mengingat, jalur Lintas Barat dengan panjang 44,33 Km yang smenghubungkan Kecamatan Toapaya dengan Kecamatan Bintan Utara ditambah

dengan jalur Lintas Barat lanjutan sepanjang 12,8 Km untuk menghubungkan hingga ke Kecamatan Bintan Timur akan semakin mendukung percepatan arus barang dan jasa dari pintu masuk pelabuhan di tiga daerah yakni Bintan, Batam dan Tanjungpinang. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help