Berdayakan PKL di Tanjungpinang, Walikota Rencanakan Gerobak Bajaj Jualan PKL. Duitnya Dari Mana?

PKL di kawasan kota lama Pinang bakal dapat gerobak bajaj modifikasi. Sumber dananya? Ini jawaban Walikota Tanjungpinang!

Berdayakan PKL di Tanjungpinang, Walikota Rencanakan Gerobak Bajaj Jualan PKL. Duitnya Dari Mana?
ISTIMEWA/HUMAS PEMKO TANJUNGPINANG
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah berencana melaksanakan program pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kota Lama mulai tahun ini. Pemerintah Kota Tanjungpinang akan bekerjasama dengan pihak ketiga. Nantinya para PKL akan diberikan bantuan gerobak jualan. Namun bukan gerobak biasa.

"Rencananya kita gunakan gerobak modifikasi dari Bajaj. Nanti kita ambil bodinya dimodifikasi khusus untuk gerobak PKL. Nah mereka akan berjualan menggunakan gerobak Bajaj tersebut," katanya, Selasa (14/2/2017).

Menurut Lis dipilihnya bajaj karena dinilai bodinya lebih kuat ketimbang Kaisar. Harganya juga tidak jauh berbeda. Sehingga kehadiran PKL seperti itu nantinya akan menjadi ciri khas tersendiri bagai Kota Tanjungpinang.

Para PKL ini juga nantinya tidak dilepas begitusaja untuk berjualan sembarangan tempat. Mereka akan di pusatkan berjualan Jalan Merdeka dan Teuku Umar. Dua kawasan tersebut akan ditata dengan konsep seperti bazar PKL. Dengan begitu, kata Lis, PKL yang ada akan lebih tertata dengan baik.

Pedagang, nantinya akan berjualan dikawasan tersebut mulai sore hingga malam hari. Dengan begitu, dia berharap perekonomian di kawasan Jalan Merdaka dan Teuku Umar bisa lebih menggeliat.

Karena saat malam hari, kawasan tersebut yang dulunya ramai aktifitas ekonomi hingga malam, kini mulai sepi. Itu disebabkan karena adanya pergeseran perekonomian seiring dengan perkembangan dan pembangunan Kota Tanjungpinang. Dengan penataan tersebut, Lis berharap kawasan tersebut bisa kembali ramai.

"PKL ini tidak bisa kita hilangkan. Karena dimana ada kota pasti ada PKL. Tapi bagaimana kita tata agar PKL menjadi baik dan tidak merusak keindahan kota," kata Lis.

Politisi PDIP Perjuangan ini menjelaskan, untuk tahun ini menargetkan bisa menghadirkan 50 Bajaj yang sudah dimodifikasi sebagai gerobak jualan. Namun pengadaan tidak serta merta menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang. Melainkan dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility ( CSR) dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Tanjungpinang.

"Kita berharap dana CSR perusahaan ini bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Seperti perogram PKL ini," katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help