Antasari Melawan

IPW: Kalau Kasus Antasari Dibuka Lagi Maka Kapolda Metro Jaya Harus Nonaktif. Ini Alasannya

Jika kasus Antasari mau dibuka lagi, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan harus dinonaktifkan agar tidak terjadi konflik kepentingan

IPW: Kalau Kasus Antasari Dibuka Lagi Maka Kapolda Metro Jaya Harus Nonaktif. Ini Alasannya
Antasari Azhar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, penjelasan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menjadi babak baru dalam kasus terbunuhnya PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Karena itu Neta menilai penanganan kasus ini harus ditangani dan diungkapkan Polri secara tuntas dan terang benderang.

"Indonesia Police Watch (IPW) mendukung 1.000 persen kasus ini dibuka lagi," ujar Neta kepada Tribunnews.com, Selasa (14/2/2017).

Tapi Neta balik bertanya, apa mungkin Polri mau memproses kasus yang diungkap Antasari ini dengan tuntas?

Mengingat para penyidik Polri yang menangani kasus kematian Nasrudin sudah menjadi pejabat tinggi di institusinya.

Artinya jika kasus Antasari ini mau dibuka lagi maka Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan harus dinonaktifkan dari jabatannya agar tidak terjadi konflik kepentingan.

Sebab, saat itu, Iwan sebagai Direskrimum yang mempimpin penanganan kasus kematian Nasrudin dan menangkap Antasari.

Kunci jawaban apa yang dipaparkan Antasari itu tentu ada di M Iriawan dan Kapolda Metro Jaya saat itu serta Kapolri waktu itu.

Melihat semua itu tentu sangat mustahil untuk membuka kembali kasus kematian Nasrudin dan membuka apa yang diungkap Antasari.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help