Didakwa Terlibat Penyelundupan Sabu 4,4 Kilogram, Dua Warga Negara Malaysia Membantah

Keduanya tertangkap karena terlibat dalam penyelundupan sabu-sabu seberat 4.400 gram atau 4,4 kilogram pada 4 September 2016 lalu.

Didakwa Terlibat Penyelundupan Sabu 4,4 Kilogram, Dua Warga Negara Malaysia Membantah
TRIBUN BATAM/ZABUR ANJASFIANTO
Alexander Francis dan Krishnan Palaniyapan, warga negara WN Malaysia, mengikuti sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam dalam perkara tidak pidana narkotika dengan menyeludupkan sabu-sabu 4.400 gram atau 4,4 kilogram, Kamis (16/2/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Alexander Francis dan Krishnan Palaniyapan, warga negara Malaysia disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Keduanya tertangkap karena terlibat dalam penyelundupan sabu-sabu seberat 4.400 gram atau 4,4 kilogram pada 4 September 2016 lalu.

Sidang itu dipimpin Zulkifli, didampingi hakim Imam Hera Polosia dan Imam Budi Putra.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan Jaksa Andi Akbar, kedua terdakwa tertangkap bersama kurir narkoba di sekitar Hotel Swiss Inn Baloi, Batam.

Keduanya dihubungi oleh Baharudin alias Din alias Black melalui ponsel, menyampaikan bahwa sabu sudah masuk ke Batam.

Dua orang ini kemudian diminta oleh Baharudin untuk memantau pengiriman barang haram itu.

"Alexander langsung berangkat dari Malaysia menuju Batam dan mengajak Krishnan untuk membantu melaksanakan tugas yang diperintahkan Baharudin," kata Jaksa Andi.

Sampai di Batam, keduanya menginap di Hotel Swiss Inn.

"Saat itulah, polisi menangkap Baharuddin. Dalam penangkapan, ditemukan sabu di dalam mobil KIA Picanto BP 1551 FJ yang di kendarainya," tuturnya.

Melihat Baharudin tertangkap, Krishnan panik dan berusaha bersembunyi di tempat massage Hotel Swiss Inn.

Halaman
12
Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help