Siapkan Gedung Karimun Exhibition, Pemkab Anggarkan Lagi di APBD 2017. Ini Besarnya!

Siapkan Gedung Karimun Exhibition, Pemkab anggarkan dana di APBD 2017. Ini besarnya!

Siapkan Gedung Karimun Exhibition, Pemkab Anggarkan Lagi di APBD 2017. Ini Besarnya!
tribunbatam/rachta yahya
Gedung Karimun Exhibition Convention Center 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Sudah hampir tiga tahun lamanya, gedung Karimun Exhibition and Convention Centre (KECC) yang berlokasi di tepi laut Coastal Area hingga kini tidak jelas nasibnya.

Padahal gedung berlantai tiga itu sudah menghabiskan dana dari APBD Karimun sebesar Rp 15 miliar. Bupati Karimun Aunur Rafiq saat dimintai tanggapannya mengatakan gedung tersebut seyogyanya belum siap dari segi fisik. Untuk itu ia menyebut solusinya harus dianggarkan lagi pada APBD Karimun.

“Mungkin di APBD (Karimun) 2018. Kalau tidak defisit anggaran pada 2015 dan 2016, mungkin tahun 2017 ini sudah selesai,” kata Rafiq.

Faktor lain yang menyebabkan gedung KECC belum bisa dimanfaatkan sejauh ini dikarenakan masih terutang ke pihak kontraktor sekitar Rp 6 miliar. Sehingga serah terima bangunan urung dilakukan.

“Utang sekitar Rp 6 miliar setelah diaudit,” terang Rafiq.

Belum dibayarkannya utang ke pihak kontraktor pelaksana yakni PT Nandya Karya (NK) dikarenakan Pemkab Karimun memprioritaskan penyelesaian utang ke pihak ketiga lainnya. Selain itu, informasi lainnya menyebutkan DPRD Karimun belum memberikan restu untuk Pemkab Karimun membayar sisa kontrak dengan PT NK.

“Kami baru mau bayar kalau ada perintah dari pengadilan. Silakan saja kalau kontraktor melayangkan gugatan ke pengadilan,” ujar Wakil Ketua II DPRD Karimun Bakti Lubis beberapa waktu lalu.

Penyebab keengganan DPRD Karimun dikarenakan proyek tersebut sempat mengalami perubahan kontrak atau CCO. Seperti diketahui proyek pembangunan gedung KECC awalnya direncanakan dibangun di darat Coastal Area namun muncul perdebatan setelah warga menggugat lahan yang akan digunakan.

Padahal Dinas PU sudah melakukan pengerjaan penimbunan. Akibatnya proyek terpaksa dialihkan ke tepi laut. Ketika pengerjaan berlangsung, ternyata di pengadilan Pemkab Karimun memenangkan gugatan perkara status lahan dengan warga.

Selain itu pembangunan gedung tersebut juga beberapa kali mengalami keterlambatana penyelesaian dan beberapa kali itu juga Pemkab Karimun memberikan toleransi batas waktu. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help