Kasus Penggelapan Bauksit, Hakim Pengadilan Tanjungpinang Vonis Anton Bebas. Ini Alasannya!

Kasus penggelapan bauksit, hakim Pengadilan Tanjungpinang vonis Anto bebas. Ini alasan hakim!

Kasus Penggelapan Bauksit, Hakim Pengadilan Tanjungpinang Vonis Anton Bebas. Ini Alasannya!
Tribun Batam/Aprizal
Ilustrasi bauksit 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Setelah sebelumnya Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang Akmal menuntut 1 tahun enam bulan, dalam persidangaan Mejalis hakim membebaskan terdakwa.

Majelis hakim menyatakan ‎kesepakatanya dengan pendapat saksi ahli yang dihadirkan oleh terdakwa‎ Yon fredy alias Anton atas tuduhan menggelapkan biji bauksit senilai lebih dari 700 juta.

"Menyatakan terdakwa bebas dari tuntutan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)‎. Laporan terdakwa tidak berdasar dan tidak terbukti sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," ujar ketua Majelis Hakim Zulfadly SH kepada saat membacakan putusan, Jumat (17/2/2017) di pengadilan negeri Tipikor Tanjungpinang.

Menurut majelis hakim, PT Lobindo memiliki wewenang untuk mengangkut barang tambang yang telah dikumpulkan sebelumnya dengan PT Gandasari. Hal itu karena terdakwa memiliki izin usaha pertambangan (IUP).

Pengangkutan tambang yang saat itu dilakukan oleh PT lobindo yang dilaksanakan Harahap tidak ‎bertentangan dengan hukum. Sehingga unsur melawan hukum dalam tuduhan penggelapan tidak terbuktikan dalam fakta persidangan.

"Unsur melawan hukum tidak terpenuhi sesuai dakwaan jaksa," tambahnya.

Selain itu juga dalam fakta persidangan, laporan yang dilakukan oleh PT Gandasari kepada direktur PT Lobindo Anton tidak berdasar atau tidak ada alasan.

Majelis hakim sependapat dengan ahli pidana umum. PT Lobindo berwenang karena memilik Izin Usaha Pertambangan. Pertambangan oleh harahap itu tidak bertentangan dengan hukum.
Unsur tidak terpenuhi sesuai dakwaan jaksa.

Hakim pun menyatakan sependapat dengan pembela terdakwa. Ia meminta kepada pihak terkait untuk mengembalikan dan memulihkan harkat dan martabat. Anton dimintai tanggapan mengaku senang dan lega atas putusan pembebasan dirinya dari tuntutan JPU.

"Saya‎ senang dengan keputusan hakim yang sangat berkeadilan. Ternyata hukum di negeri ini masih dapat dipercaya. Terimakasih semuanya," kata Anton dengan wajah yang cerah.

Sebelumnya PT Gandasari melaporkan Anton ‎atas tuduhan penggelapan biji bauksit. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help